Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. (Amsal 13:13)
Bicara ketaatan jadi ingat saat sekolah, ketika ada guru semua murid duduk manis, tetapi jika guru tidak ada dikelas jadi ramai. Ketaatan seseorang bisa terjadi jika ada yang ditakuti atau dihormati. Keberadaan secara fisik seseorang yang ditakuti atau dihormati yang membuat orang mentaati peraturan yang ada. Sebaliknya jika tidak ada, maka mereka akan seenaknya terhadap peraturan.
Sama halnya di jalan raya, jika ada polisi pengguna jalan tertib berlalu lintas.
Berbeda halnya jika kita bicara ketaatan kepada Tuhan. Tuhan tidak kelihatan, perbuatan ketaatan kita cuma Tuhan dan kita yang tau. Kita taat pada fisik yang tidak kelihatan, akan lebih sulit dilakukan dan sering diabaikan. Dalam renungan ini saya mau menuliskan tentang ketaatan persembahan persepuluhan kepada Tuhan. Kita bisa taat akan hal ini jika kita lebih mengutamakan Tuhan daripada kebutuhan hidup kita.
Pengalaman saya mengajarkan dan menunjukan bahwa jika kita taat akan persembahan persepuluhan, maka janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita demikian sebaliknya.
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. (Mazmur 18:30)
Suatu saat saya mendapat berkat, lalu saya ingat harus bayar perpuluhan, tetapi ketika ingat besok harus membayar sesuatu saya bermaksud memberikan lima persen dulu perpuluhannya, nanti sisanya lima persen lagi, cuma setelah membayar saya jadi tidak tenang dan suami bilang bayar saja, akhirnya saya kirim lagi yang lima persen dan berpikir biar aja urusan besok pasti ada. Benar saja sorenya ada orang datang beli jualan online saya seharga uang yang saya perlu puji Tuhan jikalau kita taat, maka Tuhan pasti menepati janjiNya (maleakhi 3:10)
Ada juga kesaksian seorang yang diberkati Tuhan, awalnya dengan penghasilan lima juta masih bisa memberi sepuluh persen kemudian penghasilan bertambah menjadi sepuluh juta, dia masih taat membayar sepersepuluh, tetapi saat makin besar jumlah penghasilannya menjadi seratus juta, dia mulai berhitung, akhirnya mulai kurang taat. Dan apa yang terjadi oleh sesuatu hal dia tidak bekerja lagi dan kembali jatuh miskin.
Di alkitab juga ada kisah ananias dan safira yang menahan sebagian hasil untuk persembahan, akibatnya kehilangan nyawa (kisah para rasul 5:1-11)
Belajar dari kesaksian di atas, maka kita harus selalu taat dan setia pada perintah Tuhan. Utamakan untuk Tuhan daripada untuk diri kita. Walaupun Tuhan tidak kelihatan, tapi mata Tuhan melihat segala perbuatan kita.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment