Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 10:22)
Masuk sorga atau neraka adalah masalah pribadi bukan keluarga atau kelompok. Jadi kalau dikaitkan dengan keluarga tidaklah benar, maksudnya disini adalah masing-masing yang menentukan apakah akan masuk sorga atau tidak. Suami istri sekalipun tidak bisa bersama-sama masuk sorga. Seringkali orang mengkaitkan keharmonisan sebuah keluarga dengan kerohanian, ada benarnya dan ada salahnya juga tergantung cara pandang kita, tetapi semuanya tidak menentukan masuk sorga.
Kita ambil contoh Nabi Samuel,
" Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. (1 Samuel 8:3)"
anak-anak Samuel sifatnya berbeda dengannya, hal ini membuktikan kemandirian bahwa ayah sekalipun tidak bisa menyelamatkan anaknya. Sama dengan Ayub adalah seorang yang soleh tetapi anak-anaknya tidak. Kalau dikaitkan dengan ayat firman Tuhan
Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:31)
Benar bahwa jika kita percaya kepada Tuhan Yesus akan selamat juga seisi rumah. Walaupun tidak dijelaskan, tetapi banyak ayat firman yang menjelaskan tentang keselamatan, artinya bukan sekali selamat tetap selamat, tetapi keselamatan harus diperjuangkan, bukan hanya percaya. Menjalankan atau memelihara keselamatan itu dengan hidup takut Tuhan, hidup benar dan kudus, melakukan kehendak Tuhan, itulah yang membuat kita berhak masuk kerajaan sorga. Jadi jika kita yang percaya hidup benar dan menjadi teladan bagi keluarga, maka, seluruh keluarga pasti selamat.
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (Filipi 2:12)
Jadi tidak menjamin seorang anak pendeta masuk sorga, karena soal kerajaan sorga adalah soal pribadi atau perseorangan,, ayah, ibu, saudara, keluarga tidak bisa menjamin kita, hanya diri kita sendiri yang menentukan.
Istilah gaulnya urusan masuk kesorga tidak gandengan tetapi sendirian.
Kita sebagai orang percaya hanya bisa mengarahkan, memberi teladan, membantu menyatakan kebenaran kepada orang-orang yang kita cintai semasa hidup didunia ini. Demikian juga kita tidak bisa menyalahkan atau menghakimi seseorang yang benar tetapi keluarganya tidak benar. Kembali ke pribadi masing-masing apakah mau hidup benar atau tidak. Yang harus diingat juga bahwa semua adalah kasih karunia Tuhan.
Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." (Kisah Para Rasul 15:11)
Sampaikan saja apa yang kita ketahui tentang keselamatan, selanjutnya biar Tuhan yang bekerja atas orang-orang tersebut. Jangan jadikan beban berat jika ada keluarga yang belum bertobat, karena keselamatan mereka bukan kita yang menentukan, tetapi tugas kita adalah berdoa bagi mereka agar Tuhan yang menjamah hidupnya, sebab keselamatan adalah kasih karunia dan anugerah Tuhan saja.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment