Fitnah lebih kejam dari pembunuhan
Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, merupakan ungkapan yang sangat tajam artinya dan benar. Karena akibat dari difitnah bisa lebih sakit dan lama terasa sakitnya daripada kita dilukai secara fisik. Rasa sakit yang diderita orang yang difitnah tidak hanya mental/hati yang sakit tetapi juga akan mempengaruhi fisik.
Saya pernah difitnah sewaktu dulu bekerja, saya dikambing hitamkan oleh teman agar dia kelihatan baik dimata pimpinan, saya pernah juga dimarahi tanpa melakukan kesalahan. Saya cuma berdoa didalam hati ya Tuhan tolong saya, dan Tuhan membela saya tidak lama orang yang sudah memarahi saya tanpa sebab meminta maaf. Walaupun sudah difitnah hubungan saya tetap baik dengan orang-orang itu, karena memang saya tidak bersalah dan saya juga sudah memaafkan, sehingga mereka sendiri merasa malu dan tidak harus menjauhi saya.
Fitnah terjadi bisa karena iri, atau karena kita melakukan kebenaran. Tidaklah mudah menjalani hidup benar, bahkan nyawa menjadi taruhannya, Yohanes pembabtis harus dipancung kepalanya akibat menegur suatu kesalahan yang dilakukan oleh Herodes yang mengambil Herodias istri filipus saudaranya (matius 14). Dendam terjadi akibat dari orang yang tidak mau menerima kebenaran.
Janganlah takut melakukan kebenaran, karena kita punya Allah yang akan membela kita, kalaupun harus berkorban, tidak akan sia-sia.
Walau kita harus menderita karena benar, jangan mundur, maju saja jalani hidup kita karena upah kita besar di sorga.
Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin menjalani hidup benar, perlindungan dan kekuatan dari Tuhan akan menyertai perjalanan hidup kita. Jangan biarkan fitnah merubah hati kita dipenuhi dengan kebencian. Lepaskan pengampunan dan doakan orang yang memfitnah kita.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment