Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (1 Korintus 13:4)
Belakangan semakin jelas pemisahan antara yang minoritas dengan mayoritas. Perbedaannya sangat terasa terutama didaerah. Saya merasakan penderitaan sebagai kaum minoritas dan mencoba bersabar terhadap mereka. Karena saatnya kasih yang Tuhan Yesus ajarkan harus kita praktekan dalam kehidupan kita.
Disini saya hanya akan bicara tentang kasih dan kesabaran. Tuhan Yesus tidak hanya mengajarkan tentang kasih, tetapi juga sudah mempraktekan kasih itu, yaitu dengan turun ke dunia menjadi manusia dan mau berkorban menjadi kutuk dengan mati disalib, agar kita yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal di sorga.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Salah satu bentuk dari kasih adalah kesabaran. Tidaklah mudah melakukan kesabaran, karena harus menahan perasaan dan merendah. Orang sabar bukan berarti kalah atau tidak berani, tetapi menunda untuk menang, untuk mendapatkan yang terbaik.
Sebagai contoh Tuhan Yesus dari sejak lahir harus menderita lahir di kandang domba, bersembunyi dari raja Herodes, hidup sebagai anak tukang kayu, dicobai, harus menderita dicambuk, dihina, dan diludahi kemudian di salibkan bukan karena kesalahanNya. Kesabaran yang Tuhan Yesus lakukan selama hidup di dunia sebagai manusia memberi teladan kepada kita dan membuktikan kasihnya kepada kita dan bahwa penderitaan sudah Dia alami dan rasakan, agar kita menang atas penderitaan.
Sebagai Tuhan sangat bisa Dia menghukum atau mendatangkan celaka bagi orang-orang yang sudah menganiayaNya. Tetapi tidak Dia lakukan, oleh karena kasihNya kepada kita yang percaya, dan bukti bahwa Dia tidak hanya mengucapkan firman dan mengajarkan tentang kasih kepada kita, tetapi Dia sudah memberikan contoh dengan melakukannya pada saat menjadi manusia.
Jadi kita yang saat ini sedang menantikan jawaban doa atas setiap masalah kita bersabarlah, dan percayalah karena ada saatnya kita memperoleh jawaban dan jalan keluar.
Ingatlah apa yang kita alami tidak melebihi kemampuan kita, bahkan tidak sebanding dengan apa yang sudah Tuhan Yesus alami. Selama tiga puluh tiga tahun kehidupanNya mengalami cobaan dan penderitaan. Buah kesabaran dan kasihNya pada kita adalah kebangkitanNya yang artinya menang atas maut atau kematian kekal. Keselamatan dan kehidupan kekal bagi yang percaya kepadaNya.
Marilah kita belajar bersabar menunggu waktu Tuhan dan senantiasa penuh kasih.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment