Thursday, December 5, 2019

orang kaya susah ke Sorga

Orang kaya sukar masuk sorga

Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Matius 19:24)

Ayat diatas tidak asing bagi kita orang percaya. Firman Tuhan ya dan amin, apa yang dituliskan memang seperti itu terjadinya.  Bisa kita mengerti firman tersebut, karena kita banyak melihat bahwa sebagian besar orang kaya yang belum bersungguh-sungguh hidup didalam Tuhan,  mereka begitu egois, merasa diri paling benar,  paling hebat,  paling berkuasa terutama terhadap orang-orang yang punya status dibawahnya. 

Harta dan kekayaan membuat orang merasa hebat,  sebab merasa mampu melakukan segala sesuatu yang dikehendaki,  sehingga bisa memperlakukan orang seenaknya,  tidak memperdulikan perasaan orang,  merendahkan orang yang kurang beruntung dan selalu curiga pada orang yang baik kepadanya. Banyak hal negatif yang disebabkan oleh harta dan kekayaan. Oleh karena itu orang kaya sangat susah untuk masuk sorga. 

Mata dan hati orang kaya dibutakan dengan harta yang mereka miliki.  Tidak menyadari bahwa apa yang dimiliki tidak akan dibawa mati, dan tidak berguna ketika Tuhan sudah mengambil nafas hidupnya. Hidup akan berarti jika kita bisa membuat orang sukacita dan bahagia, ada kepuasan batin tersendiri dalam hal ini. 

Menjadi kaya banyak dicita-citakan orang, mungkin karena dari luar kelihatannya enak, sebab semua yang diinginkan bisa didapatkan. Padahal dengan kekayaannya ada yang tidak bisa menikmati mungkin  karena penyakit,  hati dan pikiran tidak tenang selama hidupnya karena memikirkan hartanya. 

Firman Tuhan sudah mengatakan akan hal kehidupan orang kaya sebagai berikut : 
Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur. (Pengkhotbah 5:12)

Sebagai orang percaya sebaiknya kita hidup cukup saja,  karena Tuhan sudah mengatakan dan mengajari tentang ini. Ingat doa Bapa kami,.... berikanlah....  makanan kami yang secukupnya
"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya "(Matius 6:11)

Karena sekaya apapun kita pola makan sehat tetap makannya hanya bisa tiga kali sehari,  tidurnya tetap hanya dalam satu kamar dengan satu ranjang. Saya melihat semakin kaya orang biasanya semakin pelit. Ada orang kaya yang dibutakan oleh hartanya,  sehingga tidak perduli dengan saudaranya yang susah. Merasa kekayaan yang didapat karena usahanya dan tidak boleh orang lain menikmati. Orang kaya cenderung serakah, sudah punya segalanya masih mau lebih lagi,  bahkan saya melihat ada yang memanfaatkan kesusahan orang untuk memperkaya diri. 
Saya memperhatikan orang kaya diperhamba oleh uangnya, selalu sibuk dengan hartanya sampai kecapean dan sakit. 
Kita harus jadi tuan atas uang,  bukan uang yang menjadikan kita hambanya, mari kita belajar hidup cukup, 
(Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5))

Tetapi seandainya kita diberkati sebagai orang kaya,  ingat pergunakanlah untuk menjadi berkat bagi sesama dan untuk memuliakan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment