Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)
Ada ungkapan yang bagus yaitu : "Tuliskan segala yang buruk diatas pasir, dan tuliskan segala yang baik di atas batu"
Artinya kita harus cepat melupakan segala yang buruk diantaranya seperti sakit hati dengan memaafkan, dan segala yang baik jangan mudah dilupakan harus selalu diingat untuk kita bisa bersyukur. Dibutuhkan kerelaan hati untuk bisa melupakan segala yang buruk dalam hidup kita.
Apa yang terjadi dengan kita umumnya malah menyimpan yang buruk dan melupakan yang baik. Ada perumpamaan karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Hanya karena sedikit kesalahan, maka semua yang baik dilupakan. Seringkali hanya kesalahan yang diingat.
Berbicara kebaikan memang ada orang yang berbuat baik karena mempunyai alasan yang menguntungkan baginya atau ingin menuntut balasan. Jarang sekali yang melakukan kebaikan dengan tulus karena kasih. Hal ini bisa kita lihat dari sikapnya yang hanya baik selama kita menguntungkannya, tetapi disaat kita menegur atau melakukan yang tidak menyenangkan hatinya, dia mengungkit semua kebaikan yang sudah dia lakukan bagi kita. Ini yang dinamakan tidak rela atau tidak tulus.
Seseorang yang tulus tidak akan mengungkit semua kebaikannya. Firman Tuhan mengajarkan untuk tidak memplokamirkan kebaikan baca Matius 6:3 :
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. (Matius 6:3)
Marilah kita belajar tentang kerelaan hati dengan cara tidak mengungkitnya pada saat orang itu tidak menyenangkan kita, karena kebaikan adalah buah dari kasih sebagai bukti kita mengasihi Tuhan, sebaliknya mengingat kebaikan orang bagi kita sebagai ucapan syukur karena kasih anugerah Tuhan bagi kita lewat orang itu.
Biarlah hanya Tuhan yang mengetahui semua kebaikan kita, kerelaan kita dalam berbuat kebaikan tulus tanpa alasan apapun.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment