Saturday, December 28, 2019

menikmati hidup

Menikmati hidup

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya -- juga itu pun karunia Allah. (Pengkhotbah 5:19)

Banyak orang mencari kekayaan,  ketika semua kekayaan didapat, orang jadi sibuk mengurus kekayaannya sampai tidak ada waktu untuk santai di rumah menikmati kekayaannya.  Kasur yang puluhan bahkan ratusan juta tidak mampu membuat nyaman tidurnya,  sofa kulit yang empuk, mobil mewah dan berbagai kemewahan yang dia punya tidak bisa dinikmati, tetapi orang lain yang menikmatinya. Apa gunanya kita memiliki semuanya, jikalau kita tidak bisa menikmatinya.

Tidak ada yang salah dengan kekayaan,  yang salah adalah kita yang fokus pada kekayaan sehingga tidak bisa menikmatinya.  Kalaupun kita mendapatkan kekayaan,  jangan sampai diperhamba olehnya. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk hidup cukup saja.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5)

Karena uang atau kekayaan,  bisa membuat orang menghalalkan segala cara untuk memperolehnya sehingga secara sadar atau  tidak sadar mereka yang mengejar kekayaan telah melakukan dosa.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10)

Tujuan hidup kita bukan untuk mencari kekayaan, karena kekayaan yang tidak bisa dinikmati adalah sia-sia,  kalaupun kita lahir sebagai orang kaya, bersyukurlah dan nikmatilah dengan benar. 
Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment