Thursday, March 26, 2020

Rohani baik

Rohani baik
Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."  (Roma 9:15)

Diantara kita mungkin ada yang pernah mempertanyakan tentang ketidakadilan yang terjadi dikalangan kita orang percaya,  yaitu bahwa ada  orang yang kelihatan begitu rohani, tetapi hidupnya biasa aja, dan ada juga yang diberkati berlimpah, disisi lain ada juga yang kelihatan tidak rohani hidupnya diberkati dan ada juga yang biasa saja. Selama kita di bumi manusia akan mengukur sukses atau diberkati hidup seseorang karena baik rohaninya. Sebaliknya jika hidupnya biasa saja atau tidak baik secara keuangan artinya rohaninya kurang. Ada juga yang sepanjang hidupnya menderita dianggap kurang baik rohaninya. 

Baik atau tidak baik kondisi keuangan seseorang tidak bisa membuktikan kerohaniannya sama.  Ada beberapa orang yang saya perhatikan,  secara rohani baik rajin dan taat ibadah, hidupnyapun diberkati,  tetapi perbuatan atau sifatnya tidak sesuai dengan kebenaran seperti masih suka  berbohong, pelit dan serakah. Kemudian ada yang saya lihat rohaninya baik, tetapi hidupnya susah.

Direnungan ini saya mau kita pahami apa itu rohani baik, dan apa itu hidup diberkati. 

Rohani baik sering diartikan rajin dan taat ibadah, tetapi sebenarnya itu hanya sebagian dari implementasi  dari arti sebenarnya yaitu sesungguhnya kerohanian yang baik adalah mencintai Tuhan dan hidup takut akan Tuhan. Jika kita hidup  takut Tuhan pastinya tidak akan melakukan yang tidak benar, dan  jika kita cinta Tuhan, maka kita melakukan yang terbaik, selalu ingin menyenangkan dan tidak akan mengecewakanNya. 

Kita harus menjaga kerohanian kita tetap baik sampai akhir hidup kita.
Ada orang yang sepanjang hidupnya jahat,  tetapi akhir hidupnya baik. 
(contoh orang yang disalib disisi Tuhan Yesus akhirnya bertobat) 
Adapula orang yang sepanjang hidupnya baik tetapi akhir hidupnya tidak. 
(contohnya Yudas adalah murid Yesus, akhir hidupnya mengkhianati Yesus) 
Bukan Tuhan tidak memperhitungkan kebaikan atau kejahatan,  kita sendiri yang menentukan akhir hidup kita kemana. 
Akhir hidup kita yang menentukan kemana kita.  Bukan berarti menunda pertobatan,  kalau sempat bertobat,  kalau tidak,  berfikirlah bahwa seolah-olah besok kita akan mati,  jadi setiap hari lakukan pemberesan dengan Tuhan. 

Selagi kasih karunia Tuhan ada dan selagi ada kesempatan mari kita gunakan hari-hari kita untuk hidup baik,  hidup takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan dan sesama, bukan supaya dipandang punya rohani yang baik tetapi yang penting adalah agar diakhir hidup kita baik. Tuhan mau kita semua akhirnya masuk kerajaan sorga. 
Tuhan Yesus memberkati


No comments:

Post a Comment