Saturday, March 7, 2020

Menderita seperti Yesus

Menderita seperti Yesus

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.  (Roma 8:17)

Tuhan Yesus sudah memberikan contoh akan penderitaan,  penderitaan sejak terlahir kedunia lahir di kandang, ketika bayi dicari dan dikejar akan dibunuh, ketika tumbuh menjadi seorang anak hidup sebagai anak tukang kayu, ketika dewasa dianiaya dan harus mati disalib karena dosa kita. 

Demikian juga apa yang dialami oleh murid-murid Yesus,  Yohanes dipenggal kepalanya,  Petrus disalib terbalik dan lain-lain. Paulus juga menderita ketika menjadi pengikut Kristus. Tetapi setiap penderitaan orang benar adalah untuk kemuliaan Tuhan. Lewat penderitaan banyak jiwa dimenangkan,  contohnya ketika Paulus digigit ular tidak binasa membuat yang menyaksikan yang tadinya menuduhnya pembunuh berbalik mengagumi dan dianggap dewa lewat gigitan ular yang tidak bisa membinasakannya (baca kisah rasul) . Karena walaupun harus menderita Tuhan beserta kita dan akan meluputkan kita dari bahaya. 

Begitu pula dengan kehidupan kita orang percaya, walaupun kelihatannya tidak diberkati seperti orang dunia,  tetapi lewat setiap penderitaan apapun itu baik sakit atau ekonomi lemah, adalah untuk memuliakan Tuhan dan bisa menjadi saksi dan berkat bagi orang terutama bagi mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. 

Walaupun ada penderitaan,  tetapi ada damai sukacita dan ketenangan  yang tidak dimiliki oleh orang dunia, karena kita melakukan kebenaran. 

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.  (Yesaya 32:17)

Seperti Tuhan Yesus yang rela mati bagi kita, maka sebagai pengikut Kristus kita harus mau kehilangan nyawa karena kebenaran didalam Kristus. 

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.  (Kisah Para Rasul 20:24)

Paulus yang tadinya benci kepada pengikut Kristus, tetapi setelah dijamah Tuhan akhirnya rela mati karena nama Yesus. 

Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus." (Kisah Para Rasul 21:13)

Sebagai anak Tuhan kita harus ikut teladanNya rela menderita karena Kristus dan bahkan rela mati bagi Kristus agar Nama Tuhan Yesus dimuliakan. Amin
Ingatlah bahwa penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima.
Tuhan Yesus memberkati


No comments:

Post a Comment