Menghukum yang tidak bersalah
Di masa sekarang masih sering terjadi yang namanya pengeroyokan atau pengerahan massa untuk menghukum orang yang salah atau juga bisa belum tentu salah. Cara tersebut terbukti sangat ampuh, karena itu banyak yang melakukan cara ini untuk memenangkan atau membenarkan sesuatu. Pengerahan massa yang mungkin sebagian dari massa tersebut bahkan tidak tau apa yang mereka lakukan benar atau salah, mereka hanya ikut-ikutan. Biasanya massa yang dikerahkan itu dibayar. Jika terjadi tabrakan antara pejalan kaki dengan pengendara, kebanyakan yang disalahkan adalah pengendara padahal belum tentu juga siapa yang salah.
Semua yang saya ungkapkan di atas adalah yang terjadi dalam kehidupan ini, penghakiman dan pengerahan massa demi mendapatkan dukungan banyak orang terlepas salah atau tidak cara seperti ini sangat ampuh. Apa yang Tuhan Yesus alami di Lukas 23 juga karena massa yang berteriak agar Dia disalibkan akhirnya Yesus harus disalibkan, padahal tidak ada kesalahan apapun.
Belajar dari peristiwa di atas kita jangan menjadi seperti mereka yang hanya ikut-ikutan menyalahkan tanpa tau kebenarannya. Menyebarkan berita yang belum tentu benar juga sama dengan memfitnah. Sebagai pengguna medsos kita juga harus berhati-hati dalam berkomentar atau menyampaikan berita yang kita belum ketahui kebenarannya.
Karena jika kita hanya ikut-ikutan menyalahkan tanpa tau kebenaran yang sesungguhnya, kita telah berbuat dosa. Kalaupun ada yang salah apakah kita berhak juga menghukum, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita. ( Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44))
Pada saat massa akan menghukum seorang wanita yang kedapatan berzinah, Tuhan Yesus mempersilahkan orang yang merasa belum pernah berbuat dosa untuk melemparinya. Kita juga tidak lepas dari dosa, sebaiknya tidak mencari kesalahan orang lain.
Tetap berbuat baik, jangan perdulikan apa kata orang, sebaliknya jangan mudah menyalahkan atau menghakimi orang, karena kita juga tidak lepas dari kesalahan. Bijaksanalah dalam bertindak. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment