Wednesday, March 11, 2020

jangan berharap pada manusia

Berharap kepada Tuhan

Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.  (Mazmur 38:15)

Baru-baru ini viral seorang pendeta yang mencabuli seorang anak selama tujuh belas tahun. Orang-orang mulai menghakimi keduanya baik korban atau pelaku. Ada orang yang mengatakan kejadian tersebut bisa sampai lama baru terbuka atau baru dilaporkan karena suka sama suka dan sebagainya'. Janganlah kita menyimpulkan sesuatu yang kita tidak tau kebenaran yang sesungguhnya sehingga menimbulkan fitnah dan dosa. 

Yang harus kita pahami dan pelajari dari peristiwa ini adalah : 
- seorang pendeta tetap manusia selain kita hormati sebagai hamba Tuhan tetap kita waspadai juga sebagai manusia yang bisa jatuh dalam dosa dan penyesatan. 
- Pendeta adalah orang yang Tuhan pakai untuk menyampaikan kebenaran dan belum tentu menjadi pelaku kebenaran yang disampaikannya.
- ambil positifnya dan kagumi pengajarannya bukan orangnya,  karena kita bisa kecewa.

Jika pendeta yang salah,  jangan dihakimi dan jangan salahkan Tuhan,  memang dia hamba Tuhan, tugasnya melayani Tuhan,  tetapi urusan pribadinya tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya,  urusan hamba Tuhan adalah urusan Tuhan sebagai tuannya. 
(Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.  (Roma 14:4)). Karena pekerjaan dan perbuatan bisa berbeda.

Karena bagi Tuhan sekalipun dia pendeta jika salah tetap masuk neraka,  sebaliknya sekalipun dia pembunuh jika diakhir hidupnya dia bertobat Tuhan akan mengampuni dan menerima dia di sorga (ingat orang yang disalib disamping Tuhan Yesus) .
Mungkin ada yang bertanya mengapa Tuhan memakai orang seperti itu sebagai hamba Tuhan? Seperti Yudas yang dipilih sebagai murid Tuhan,  awalnya baik tetapi seiring waktu manusia akan berubah, itu adalah pilihan manusia sendiri,  mau tetap baik atau tidak.  Firman Tuhan bisa disampaikan oleh siapapun yang paham dan belajar (saya pernah dengar ada ahli alkitab mengajar di sekolah theologi tetapi dia tidak percaya Yesus),  bahkan nama Yesus yang berkuasa bisa dipergunakan orang diluar kristen untuk menyembuhkan. 

Mengapa Tuhan membiarkan hal ini terjadi, Ingat Yudas,  Tuhan tau kalau Yudas akan mengkhianatiNya,  tetapi Tuhan malah membasuh kakinya pada malam sebelum diserahkan, artinya Tuhan tetap mengasihi kita terutama kepada hambaNya agar bisa diselamatkan. Pilihan tergantung kita.

Sebagai pengikut Kristus yang benar,  kita harus punya pengetahuan tentang firman Tuhan, tau kebenaran, sehingga tidak bisa disesatkan dan bisa memilih beribadah ditempat yang benar bukan ditempat yang menyenangkan.

Bagi korban dan keluarganya pastinya ada kekecewaan terhadap orang yang selama ini dipercaya sebagai hamba Tuhan,  tetapi jangan kecewa kepada Tuhan,  karena kita manusia sudah diberi Tuhan akal budi dan kebebasan. Kita bisa langsung bertanya kepada Tuhan lewat Roh Kudus yang ada dalam hati kita dan minta tuntunanNya pada jalan yang benar. Taruh pengharapan kita hanya pada Tuhan saja. Dengan berharap kepada Tuhan, maka kasih setia Tuhan selalu menyertai kita. ( Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.  (Mazmur 33:22)  )
Manusia bisa mengecewakan tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadaNya. ( Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?  (Yesaya 2:22))

Di akhir jaman ini kita harus semakin berhati-hati, karena akan banyak penyesat. Tambah keimanan kita dengan semakin banyak mendekatkan diri lewat pembacaan firman Tuhan, menjadi pelaku firman dan selalu berdoa kepada Tuhan. 

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment