Jangan egois
Sifat mau menang sendiri, merasa paling benar, merasa paling pintar, tidak perduli sama orang, gila hormat, sombong, semua itu adalah sifat egois yang kebanyakan dimiliki oleh orang yang punya materi lebih. Ada juga orang yang susah tapi egois dan sombong.
Suatu hari saya tidak sengaja memperhatikan salah satu acara televisi yang menguji tentang kasih atau keperdulian terhadap orang lain, terutama kepada orang yang sedang kesusahan, ada beberapa artis yang menyamar untuk uji coba, dari hasil test tersebut ternyata dari sekian orang (antara dua sampai tiga), yang dimintai tolong hanya satu yang perduli (mereka yang tidak lolos wajahnya diblur) dan mau menolong, padahal mereka juga susah, yang saya kagum dan terharu adalah ketika seorang tuna netra yang punya hati lebih dari orang yang normal. Dia dengan polosnya mengeluarkan semua uang yang ada disakunya dan memberikan kepada orang yang menceritakan kesusahannya kepadanya dari acara tersebut. Ketika ditanya kenapa dia mau menolong padahal dia sendiri membutuhkan uang itu karena dari tadi dagangannya hanya sedikit yang laku, dengan tersenyum dia katakan bahwa rejeki itu dari Tuhan dan apa yang Tuhan kasih tidak hanya untuk dia tetapi juga untuk orang yang membutuhkan. Akhirnya oleh team dari acara itu dia diberi uang yang banyak sebagai gantinya.
Belajar dari kisah ini saya merasa malu, karena terkadang kita egois dengan hanya memikirkan diri sendiri terlebih dahulu daripada orang lain yang sangat memerlukan. Padahal Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri artinya jika kita perlu makan orang lain juga, kita harus berbagi berkat, jika kita melihat orang yang perlu makanan dan kita mampu membelikan, maka berikan untuk mereka yang perlu makanan. Kita harus hidup cukup saja, jika lebih berikan pada yang memerlukan, karena Tuhan memberi lebih untuk bisa kita bagikan bagi yang memerlukan. Jangan egois dengan pikiran bahwa semua karena hasil usaha kita kenapa harus dibagikan lebih baik dinikmati sendiri. Ayat firman di atas dengan jelas mengingatkan kita untuk tidak mencari kesenangan kita sendiri. Jika kita mau menjadi pelaku firman, maka kita harus melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Inilah yang dikatakan melakukan kehendak Tuhan.
Saya perhatikan orang-orang kaya menumpuk harta mereka dengan membangun kerajaan bisnisnya, mendirikan rumah semewah mungkin, memenuhi garasi dengan berbagai mobil mewah, membeli banyak tanah, mendirikan banyak rumah, padahal sekelilingnya (orang terdekat atau saudaranya) ada yang tidak punya rumah, tidak punya penghasilan, tetapi dia menutup mata hatinya, dan berkata semua miliknya adalah hasil usaha kerasnya, dia tidak rela orang lain menikmati, kalaupun ada aksi sosial apa yang diberikan agar dipandang baik saja. Banyak kemunafikan yang saya perhatikan, dan kita hanya bisa mengelus dada dan berdoa agar Tuhan menjamah dan menyelamatkan.
Hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus yang hidup didalamku, seperti Yesus itu yang kumau, dunia tak dapat membalas kasihMu. Kekayaan, kehormatan dan kemuliaan hanya bagi Tuhan, mengasihi lebih sungguh itulah kerinduanku, melakukan kehendakMu dalam hidupku. Amin
Biarlah itu menjadi doa kita umat yang dikasihi Tuhan.
No comments:
Post a Comment