Iman atau perbuatan
Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, (Roma 9:32)
Dunia goncang karena virus yang bernama corona atau covid 19.
Apa yang telah terjadi di negara Italia saat ini, mereka harus hidup bagai sedang perang, tidak boleh keluar rumah, banyak korban. Kejadian ini karena mereka mengabaikan himbauan pemerintah.
Ketika kita beriman sehat, maka kita harus hidup sehat termasuk menghindari semua yang bisa merusak kesehatan.
Apa yang sudah terjadi tidak bisa dianggap enteng, karena virus ini sudah membunuh ribuan manusia di dunia.
Diantara kita umat yang percaya kepada Tuhan ada perbedaan pandangan tentang takut Tuhan atau takut virus. Sehingga ada yang tetap ibadah dan ada yang ikut anjuran pemerintah untuk beribadah dirumah. Masalahnya bukan berarti yang takut beribadah digereja tidak beriman, tetapi sebagai warga negara yang baik harus taat pada aturan pemerintah dan kita manusia diberi akal budi oleh Tuhan agar bisa menerapkan mana tindakan yang harus dilakukan dengan iman, mana tindakan yang dengan akal budi.
Kematian dua hamba Tuhan di Bandung karena virus covid 19, membuktikan bahwa virus ini tidak memandang siapa kita, juga bukan karena kita tidak beriman, tetapi sebagai orang percaya kepada Tuhan, selain beriman kita juga bertindak hati-hati menghindari segala kemungkinan yang bisa terjadi penularan oleh virus tersebut.
Jika kita sudah mengetahui sesuatu berbahaya ya hindari, jangan melanggarnya menggunakan kuasa nama Yesus, bukankah itu mencobai namanya.
Kita ambil contoh di Matius 4:1-11 ketika Yesus dicobai di atas bukit oleh iblis agar mengubah batu jadi roti, sebagai Tuhan pasti bisa, tetapi apa kata Yesus, manusia hidup bukan hanya dari roti, kemudian pada saat diminta menjatuhkan diri, Tuhan mengatakan jangan mencobai, Tuhan mengajarkan kepada kita, walaupun ada kuasa jangan kita melakukan karena diri kita mampu atau supaya dilihat orang lain, tetapi semua sesuai dengan kehendak Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan.
Dalam hal ini yaitu menghadapi virus ini selain kita tetap tenang, tidak panik, atur emosi, kita juga perlu berhati-hati dengan mengikuti anjuran para ahli dan belajar dari negara yang sudah mengalami. Tuhan mau kita benar dalam iman dan perbuatan. Tetap beriman dan berusaha yang terbaik. Karena tidak hanya kita yang mengambil manfaatnya, tetapi juga semua orang.
Tuhan Yesus menyertai kita
No comments:
Post a Comment