Friday, October 5, 2018

Menghakimi

MENGHAKIMI

Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.  (Roma 14:4)

Menghakimi sebuah kata yang sering dilakukan oleh orang karena merasa dirinya yang lebih dari orang yang dia hakimi. Karena lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri. Ayat firman di atas mengingatkan kita untuk tidak menghakimi,  karena hanya Tuhan sebagai pencipta yang berkuasa terhadap manusia. Kita sama adalah orang ciptaan Tuhan. Kita hanya boleh mengingatkan sesama kita dan bukan menghakimi. Apa perbedaan mengingatkan/menasehati dengan menghakimi? Menghakimi biasanya lebih kearah negatif dengan tuduhan yang belum tentu benar, sedangkan menasehati lebih kearah positif dengan mengarahkan atau memberitahukan kebenaran dan bukan menuduh. Kita ambil contoh apa yang Tuhan Yesus lakukan pada saat berhadapan dengan perempuan yang kedapatan berzinah. Orang banyak menyalahkan dan ingin menghukum wanita itu,  tetapi apa yang Tuhan Yesus lakukan.
Di Yohanes 8:11 :
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Tuhan Yesus tidak menghakimi dan tidak menghukum,  hanya menasehati agar dia tidak berbuat dosa lagi.
Teladan ini yang harus kita ikuti bukan menghakimi mereka yang salah,  karena kita juga bukan orang benar, kita semua orang berdosa yang telah dibenarkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus dikayu salib.

Firman Tuhan dengan jelas mengatakan untuk tidak menghakimi.
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. (Lukas 6:37)
Semua orang tidak ada yang sempurna,  jika ada orang yang sudah menyakiti kita, jangan kita ungkit kesalahannya dan jangan menjauhi atau memberikan hukuman dengan menjauhinya tetapi mengampuni dan tetap mengasihi dengan melupakan yang sudah terjadi dan tetap berbuat baik.
Percayalah tidak akan sia-sia semua perbuatan baik kita. Baca Amsal 25:21,22
"Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. 
Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu. "

Kiranya kita bisa menjadi pelaku firman dengan tidak mudah menghakimi orang. Tetap menjaga kekudusan dan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment