Sederhana
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)
Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan tayangan televisi yang memberitakan tentang orang-orang terkenal yang kaya raya tetapi hidupnya sangat sederhana, bahkan mereka hanya mempergunakan sedikit saja dari harta yang mereka miliki untuk memenuhi semua kebutuhan hidup mereka. Mereka hidup sederhana, mencukupkan diri dengan yang ada tidak hidup dalam kemewahan, mencukupkan diri dengan yang sudah mereka anggarkan, bukan karena pelit, tetapi mereka merasa perlu untuk memberikan sebagian besar kekayaannya untuk mereka yang lebih membutuhkan daripada mereka menghambur-hamburkan uang dengan segala sesuatu yang hanya untuk memuaskan keinginan. Salah satu dari mereka bahkan hanya mengambil duapuluh persen dari kekayaannya untuk hidupnya, dan sisanya untuk mereka yang membutuhkan, ia mengatakan "hal tersulit dalam hidup bukanlah tentang berapa banyak uang yang anda hasilkan, tetapi bagaimana menjaga pikiran yang damai dan menjalani sisa hidup anda dengan cara sederhana dan tanpa beban. "
Baginya hidup sederhana bisa membuat dia damai tanpa beban dalam menjalani sisa hidupnya.
Menikmati hidup tidak harus menghamburkan banyak uang untuk memuaskan keinginan kita, tetapi alangkah indahnya jika kita bisa berbagi dengan mereka yang ingin hidup layak tetapi tidak mampu. Kebahagiaan kita jika melihat orang lain bahagia akan berbeda dengan kebahagian yang kita dapat dengan memuaskan keinginan pribadi. Bahwa mereka juga ingin hidup damai tanpa beban lewat kesederhanaan. Itulah pendapat mereka bahwa hidup ini harus bisa berbagi, kebahagiaan melihat senyum mereka yang tidak mampu itu tidak bisa diukur dengan uang. Diantara mereka bukan orang kristen, tetapi apa yang mereka lakukan yaitu keperdulian mereka pada orang lain, seperti yang Tuhan ingin kita anak-anakNya lakukan dalam kehidupan ini yaitu kasih kepada sesama dan supaya ada keseimbangan hidup.
2 korintus 8:14
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."
Memuliakan Allah salah satu caranya adalah dengan menolong orang miskin, baca amsal 14:31
"Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. "
Ingat cerita lazarus yang miskin dan orang kaya (lukas 16:19-31) orang kaya itu tidak perduli dengan lazarus orang miskin yang ada disekitarnya, dia hidup dalam kemewahan, sehingga ketika meninggal dia harus menderita di alam maut.
Jangan takut kekurangan jika kita rajin memberi, semakin banyak memberi akan semakin melimpah berkat yang kita dapatkan asalkan dengan hati yang penuh belas kasihan dan tulus.
Firman Tuhan mengatakan :
"Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." (Amsal 11:25)
Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. (Amsal 22:9)
Tidak salah membeli barang mewah karena kita mampu tetapi apakah itu kita butuhkan atau hanya untuk memuaskan keinginan? Atau punya maksud lain? Ini bisa menjadi penghalang doa kita, jika kita lebih mencintainya dari Tuhan dan terikat dengannya.
Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya. (Amsal 18:11)
Hidup sederhana adalah hidup seadanya, cukup tidak lebih dan tidak kurang, merasa nyaman, damai, aman dan tidak kuatir apapun karena tidak berlebihan dan tidak kekurangan.
Lebih baik kita menyimpan harta di sorga.
Kiranya kita bisa menjadi pelaku firman dan harus berusaha lebih baik dari dunia ini.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment