Tuesday, October 9, 2018

Merasa puas

Siapa mencintai uang tidak akan
puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. (Pengkhotbah 5:10)

Pada dasarnya manusia tidak ada yang puas dengan semua yang sudah didapatkan atau dicapainya selama hidupnya.  Misalnya ketika baru selesai lulus sarjana S1, masih mau lanjut ke S2, dan S3. Walau sudah punya mobil 1 masih ingin beli mobil lagi, walau sudah punya beberapa perusahaan masih ingin tambah lagi dsb. Kenyataan ini membuktikan bahwa manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah dia peroleh selalu kepingin lebih lagi. Tidak ada yang salah dengan hal ini, sebagai orang yang ingin maju kita jangan cepat merasa puas pada apa yang sudah kita dapatkan hanya saja ada batasnya,  karena kalau tidak dibatasi segala sesutu yang berlebih itu tidak baik, jika ketidakpuasan kita membuat kita tidak perduli dengan yang lain dan menjadikan kita sombong, apa gunanya? Hidup perlu keseimbangan, setiap kelebihan pasti juga ada kekurangan. Seperti istilah di atas langit masih ada langit,  demikian juga halnya dengan kita masih ada yang lebih dari kita,  kalau kita ikuti tidak akan ada habisnya dan tidak akan puas. Disaat sudah cukup artinya sesuai kemampuan (tidak hanya bicara materi saja tapi dari segala aspek) ya sudah berhenti.  Hidup kita tidak hanya untuk diri kita tetapi juga agar berguna bagi orang lain. Itulah gunanya kita diciptakan untuk berguna tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi orang lain. Baru-baru ini ada berita tentang pengorbanan seorang petugas menara di Bandara di Palu yang melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,  walau ada gempa dia selesaikan tugasnya sampai pesawat lepas landas,  baru dia selamatkan diri walaupun akhirnya harus menyerahkan nyawanya. Hidupnya walau masih muda tetapi sudah menjadi berkat bagi banyak orang.

Ketidakpuasan timbul karena :
Tidak bisa menerima keadaan,
Tidak mau meninggalkan zona nyaman,
Tidak bisa mensyukuri apa yang dipunyai,
Egois,
Oleh sebab itu kita harus bisa menerima keadaan kita, mau berubah, bersyukur atas apa yang kita punya dan tidak mementingkan diri sendiri.

Jika kita sudah puas, maka kita akan bisa berbagi kepada orang lain.
Bila ingin menjadi orang yang berguna, jadilah orang yang berguna bagi banyak orang.  Misi Tuhan untuk kita jadikan misi hidup kita sebagai ciptaannya.  Baca matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"

Dengan menjadi berkat bagi orang, hidup sesuai dengan firmanNya,  maka nama Tuhan dimuliakan lewat hidup kita, sehingga banyak jiwa dimenangkan bagi Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati kita.

No comments:

Post a Comment