Saturday, October 27, 2018

Rehabilitasi iman

Rehabilitasi iman

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.  (Roma 10:17)

Minggu kemaren ada kesaksian pribadi dari Bp. Pendeta. Beliau tiga bersaudara yang dibesarkan oleh seorang ibu.  Karena sang ibu terkena phk, maka kondisi ekonomi mereka terpuruk sehingga seringkali dipanggil kepala sekolah karena menunggak uang sekolah dan tidak bisa ikut ujian. Karena sering tidak sekolah, pada suatu saat Bapak pendeta ini bertanya kepada ibunya kapan mereka bertiga saudara bisa sekolah lagi?  sang ibu menjawab bahwa mereka pasti akan sekolah lagi,  Tuhan akan menyediakan uang sekolah mereka. Kemudian ibunya masuk kamar, anaknya diam-diam mengikuti dan mendengar ibunya sambil menangis berdoa mengucap syukur atas apa yang dialami anak-anaknya. Karena selama ini ibu mereka tidak pernah mengeluh, tetapi selalu bersyukur. Sesudah itu dia memanggil ketiga anaknya dan membacakan satu ayat yang dia dapatkan ketika berdoa tadi, di yesaya 54:13 yaitu :
"Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka;  "
Ibu ini meyakini dan selalu memperkatakan dan mengingatkan ayat ini kepada ketiga anaknya,   jika anak-anaknya tidak bisa bayar sekolah.  Memang pertolongan Tuhan tidak instan,  walaupun pernah tidak kuliah selama 2 tahun karena tidak ada biaya,  tetapi Tuhan tetap memelihara mereka sehingga bisa menyelesaikan kuliah. Akhirnya sekarang ketiga anaknya menjadi sarjana. Puji nama Tuhan, karena jawaban doa Tuhan sudah sediakan. Perkataan kita adalah kunci jawaban doa kita.
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (Yosua 1:8)

Kesaksian diatas adalah cara kita merehabilitasi iman percaya kita agar kita bisa meraih jawaban doa yaitu perkataan kita akan firman Tuhan. Perkataan adalah kunci,  jadi sebesar apapun pintunya kalau kita ada kuncinya, maka pasti bisa dibuka,  jadi sebesar apapun masalah kita, jika kita perkatakan iman percaya kita, mengimani firman Tuhan, maka pasti ada jawaban dan penyelesaian.

Bagaimana agar tidak ada kekuatiran dan ketakutan dalam menghadapi masalah? Prioritaskan hal rohani dari hal duniawi.
Isi hari pertama kita dengan suasana rohani, misalnya dengan mendengarkan atau menyanyikan pujian rohani. Walaupun setiap hari kita membaca alkitab,  tetapi jika prioritas kita bukan firman Allah,  maka kita akan selalu takut dan kuatir. Rehabilitasi iman kita dengan memprioritaskan firman Tuhan diatas semua yang terjadi disekeliling kita,  apakah berita ekonomi,  bencana dan lain-lain yang buruk jangan menduduki tempat teratas dipikiran dan hati kita, tetapi hanya janji Tuhan lewat firman yang setiap hari kita baca dan renungkan itu yang menguasai hati dan pikiran kita.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

No comments:

Post a Comment