Wednesday, September 5, 2018

Nothing without Jesus

Nothing without Jesus

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"  (Ayub 1:21)

Ayub menyadari siapa dia saat semua yang dia miliki hilang. Hendaknya semua orang menyadari akan hal ini.
Ketika kita lahir tidak membawa apapun kecuali diri sendiri. Seiring waktu kita mendapatkan berbagai hal selama kita hidup,  semua hanyalah titipan, karena ketika kita meninggalkan dunia ini, kita tidak bisa membawa semua yang sudah kita dapatkan atau kita miliki selama hidup didunia. Bahkan nama kita sudah tidak disebut saat kita meninggal tetapi menjadi mayat atau jenazah. Oleh sebab itu kita jangan terlalu terikat dengan harta atau jabatan kita selama kita hidup,  karena akan membuat kita jadi egois dan sombong,  tetapi pakailah untuk memberkati orang lain.
Jikalau kita diberkati artinya Tuhan mau kita menjadi berkat untuk orang lain supaya terjadi keseimbangan hidup antara kelebihan dan kekurangan. Jangan merasa bahwa yang kita miliki hasil kerja keras kita saja tetapi juga karena berkat Tuhan.

"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. "(2 Korintus 8:14)

Karena perjuangan kita mencapai sorga adalah selama kita hidup di bumi, bukan setelah kita meninggal. Menerima Tuhan Yesus saja belum cukup membawa kita ke sorga, rajin membaca alkitab dan melayani Tuhan saja bahkan bisa melakukan mujizat juga tidak menjamin kita masuk ke sorga, jika kita tidak melakukan firman Tuhan. Masuk kesorga ditentukan oleh apa yang kita lakukan sesuai dengan atau berkenan dengan apa yang Tuhan kehendaki melalui firman yang ada di alkitab. Inilah yang harus kita lakukan jika mau masuk ke surga :

- Melakukan kehendak Bapa
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga". (Matius 7:21)

- Menuruti perintah Allah
Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Matius 19:17)
Perintah Allah yaitu :
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
(Matius 19:18-19)
Jangan melanggar perintah Allah demi adat istiadat
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? (Matius 15:3)

- ketaatan dan ketekunan iman
Ketaatan iman roma 16:26
"tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman "
Ketekunan dan iman kepada Yesus wahyu 14:12
"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus."

- tidak mencari keuntungan dari firman, banyak dari kita melakukan ini untuk kepentingan diri bukan untuk kemuliaan Tuhan. 2 kor 2:17
"Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya. "

- Kristus Yesus pengharapan kita
"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita," (1 Timotius 1:1)

- Melakukan perintah Allah dengan segenap hati  2 taw 31:21
"Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil. "
(2 Tawarikh 31:21)

Tanpa Tuhan Yesus Kristus, kita tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah

"bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. (Efesus 2:12)

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Yoh 3:16 dengan jelas mengatakan bahwa hanya kepada orang yang percaya Yesus yang masuk sorga,  artinya diluar Yesus atau tanpa Yesus tidak bisa masuk sorga. Dan bukan hanya percaya saja, tetapi juga melakukan firman Allah.

Tahu saja belum cukup tanpa mengamalkan dalam kehidupan kita. Bagaimana Yesus bisa hidup dalam kehidupan kita, jika kita tidak bisa menjadi saksi dalam tingkah perbuatan keseharian kita terhadap orang sekeliling kita. Bagaimana bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan jika hidup kita tidak bisa mencerminkan Kristus.
Bahkan seringkali kita menjadi batu sandungan.
Tuhan mampukan kami untuk melakukan perintahMu dan menjadi saksiMu.

No comments:

Post a Comment