MENGASIHI
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. (Lukas 6:35)
Berbicara kekristenan sama halnya berbicara tentang kasih. Karena Tuhan Yesus adalah bukti kasih Allah pada manusia. Bicara kasih sangat luas tetapi disini kita akan hanya membahas tentang kasih kepada musuh, yaitu kasih kepada orang yang sudah mengkhianati atau menganiaya kita.
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (Lukas 6:27)
Kita ambil contoh cerita Naaman di kitab 2 raja-raja 5:1-19
Kesembuhan Naaman seorang panglima raja Aram adalah karena kasih dari seorang budak israel yang perduli pada tuannya yang sudah menjadikannya budak. Dia tidak dendam dengan orang yang sudah menyakitinya, tetapi oleh rasa kasihnya dia perduli akan kesembuhan tuannya. Dimana biasanya bagi orang yang sudah disusahkan akan membalas atau tidak perduli pada orang yang sudah menyusahkannya.
Banyak dari kita jika disakiti menginginkan agar orang yang menyakiti mendapat hukuman yang setimpal. Lewat cerita budak Naaman hendaknya kita berbeda dengan orang lain yang bisa mengasihi orang yang sudah menyusahkan kita. Tetap perduli karena itu akan menjadi kesaksian bagi kemuliaan Tuhan yang kita sembah. Orang akan melihat kasih Tuhan ada dalam hidup kita.
Tuhan Yesus sendiri sudah memberikan contoh dengan cara memohon pengampunan bagi orang yang sudah menyalibkanNya.
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34)
Kiranya renungan ini bisa memberkati kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment