Mengalami Tuhan dalam hidup kita
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. (Amsal 3:12)
Mungkin ada diantara kita yang pernah merasa Tuhan membiarkan kita terus seperti ini tanpa ada peningkatan. Tanpa kita sadari sebenarnya kita disayang Tuhan, karena dengan kondisi tersebut kita bisa terus bergantung pada Tuhan dan selalu merasakan penyertaan Tuhan. Sebaliknya jika kemudian Tuhan mengabulkan setiap permintaan kita, maka bisa saja kita jadi sibuk dengan berkat dari Tuhan sehingga tidak punya waktu dengan Tuhan dan bahkan bisa lupa.
Pengalaman dengan Tuhan adalah kekristenan yang sebenarnya.
Pengalaman dengan Tuhan apakah itu dalam kondisi fisik yaitu mengalami kesembuhan atau mendapat berkat atas usaha kita, semua menjadikan iman percaya kita makin dalam. Karena itu jangan memaksakan apa yang menjadi kehendak kita terjadi. Berserah saja kepada Tuhan akan setiap doa permohonan kita. Jikalau itu baik menurut pemandangan Tuhan pasti dikabulkan, tetapi jika itu tidak baik maka Tuhan tidak mengabulkan atau juga menunda untuk mengabulkannya, karena Tuhan sangat tau saat yang terbaik bagi kita, jangan kecewa atau bersedih, tetap mengucap syukur.
Seperti orang tua yang selalu menjaga anaknya demikian Tuhan kita selalu menjaga kita dengan tidak selalu mengabulkan permintaan anaknya, tidak membiarkan kita dalam bahaya jika selalu mendapatkan apa yang dikehendaki. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita. Bukan jalan kita yang harus diikuti tetapi kita yang harus mengikuti jalanNya.
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8)
Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. (Mazmur 25:12)
Kekecewaan dan kemarahan hanya akan membuat kita jauh dari Tuhan. Mau menerima dan bersyukur hanya itu yang Tuhan mau kita lakukan untuk setiap kejadian dalam hidup kita, jika kita sudah berserah sepenuhnya maka percaya saja akan penyertaanNya dalam hidup kita.
Kiranya Tuhan memberkati kita lewat renungan ini. Amin
No comments:
Post a Comment