Melihat ke depan
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, (Filipi 3:13)
Setiap orang punya masa lalu. Apakah masa lalu yang buruk atau masa lalu yang baik. Masa lalu tinggal kenangan karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh karena itu tidak ada gunanya menyesali yang sudah berlalu, tetapi sebaliknya kita harus melihat ke masa depan. Jadikan masa lalu kita sebagai pengalaman dan pelajaran yang berguna untuk masa yang akan datang. Jika masa lalu kita buruk jadikan pelajaran agar tidak terulang dimasa yang akan datang , sebaliknya jika masa lalu yang baik jadikan semangat untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Jika menyangkut masa lalu orang lain terutama hal yang buruk hendaknya jangan selalu diungkit, karena setiap orang pasti ingin hal yang baik terjadi dalam hidupnya, maka akan sangat menyakitkan jika kita mengungkit masa lalu jelek seseorang. Lebih baik kita memikirkan bagaimana agar masa yang akan datang menjadi lebih baik. Biarkan masa lalu menjadi kenangan. Memori manusia tidak akan hilang selama masih hidup, masalahnya jika kenangan buruk karena perbuatan orang lain timbul apa kita merasa sakit ? jika itu terjadi artinya kita belum bisa mengampuni, tetapi jika tidak ada sakit hati maka kita sudah bisa mengampuni. Jangan simpan sakit hati karena akan merugikan diri sendiri, relakan yang sudah terjadi. Walaupun sudah berkali-kali dikecewakan atau disakiti Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membatasi dalam pengampunan. Baca Matius 18:22 :
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Tidak mudah memang untuk melakukan hal ini, tetapi oleh pertolongan Roh Kudus dan anugerah Tuhan, maka jika kita mau dibentuk harus melakukan ini. Merendahkan hati dan mau menerima diproses menjadi lebih baik lagi.
Kiranya kita terus memandang kedepan, jangan menoleh kebelakang karena akan membuat kita tidak bisa maju. Istri Lot lupa untuk tidak melihat kebelakang akhirnya jadi tiang garam, demikian juga kita harus melihat kedepan agar terus bisa maju. Jalani hari hari dalam hidup kita.
"Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya." (Pengkhotbah 7:14)
Memang kita tidak tau masa yang akan datang seperti apa, namun bersama Tuhan kita akan bisa melewati hari hari kita menjadi lebih baik dari masa lalu kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
No comments:
Post a Comment