Friday, September 28, 2018

Kegagalan manusia


Kegagalan manusia.

TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?  (Yesaya 14:27)

Semua manusia punya keinginan untuk berhasil dalam segala kegiatan yang dilakukan. Tidak ada yang mau gagal. Kegagalan adalah suatu hal yang paling ditakuti oleh manusia,  terutama para pengusaha, para pelajar,  para pelaksana acara berbagai kegiatan dan sebagainya. Tetapi kita tidak bisa menghindari jika terjadi kegagalan. Ada salah satu pengalaman saya tentang kegagalan.
Suatu saat saya ada pesanan kue lumayan banyak,  saya pun menyiapkan bahan kemudian membuatnya,  ternyata saya mengalami kegagalan,  kue yang saya buat tidak jadi dengan bagus,  saya langsung lemas,  karena besok pesanan harus diantar, sambil memikirkan apa yang salah, tiba-tiba saya diingatkan kalau tadi ada cara yang salah dan saat itu saya secara tak sadar melakukannya,  sepertinya saya tidak konsentrasi dan menganggap enteng karena selalu berhasil dengan baik. Peristiwa ini langsung mengingatkan saya untuk tidak menganggap ringan segala sesuatu, dan sesuatu yang buruk tetap bisa terjadi walaupun kita merasa sudah menguasai/mempersiapkan dengan baik.
Tidak selalu kegagalan karena kita yang salah,  tetapi juga karena Tuhan mengasihi kita sehingga Dia ijinkan kegagalan itu terjadi.  Seperti cerita Ayub di Alkitab. Apa yang menimpa Ayub bukan karena kesalahannya, tetapi Tuhan ijinkan itu terjadi supaya Ayub menjadi lebih beriman kepadaNya.

Sekalipun kita sudah berdoa kegagalan tetap bisa terjadi. Mengapa?  Tuhan ijinkan kita mengalaminya karena banyak alasan, diantaranya :
1. Agar kita tetap berharap pada Tuhan. Dengan adanya kegagalan kita jadi sadar bahwa sepandai apapun kita, tetap Tuhan penentunya,  makanya kita tetap harus berharap pada Tuhan.
2. Agar kita tidak menjadi sombong.
Kerena merasa berhasil kadangkala kita jadi sombong. Kegagalan bisa menyadarkan kita untuk tidak sombong dan tetap rendah hati.
3. Manusia ada batasnya, sekalipun kita mempunyai segalanya,  pendidikan kita sudah profesor,  atau jabatan kita tertinggi, tetap saja manusia terbatas, karena hanya Tuhan yang maha dan tidak terbatas kuasanya. Oleh karena itu manusia tetap bisa gagal. Hanya Tuhan yang tidak pernah gagal.
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. (Ayub 42:2)

Bicara kegagalan tidak hanya dalam kehidupan kita,  tetapi juga nanti setelah kita meninggal. Apakah kita berhasil atau gagal masuk kerajaan surga.  Hal ini sangat ditentukan oleh bagaimana hidup kita selama di bumi.  Apakah kita berhasil hidup seperti yang Tuhan mau ataukah kita gagal melakukan firman Tuhan selama hidup kita. Kita boleh gagal di dunia tetapi jangan sampai gagal masuk ke surga.

Jangan takut gagal,  jika kita hidup senantiasa takut akan Tuhan  selalu berdoa dan melakukan firmanNya dalam hidup kita,  maka kegagalan adalah cara Tuhan mengasihi kita,  karena Dia ingin kita tetap dijalanNya. Tetap bersyukur dan hidup benar dihadapanNya,  percaya bahwa dibalik kegagalan ada rencana indah Tuhan bagi hidup kita. Amin. Tuhan memberkati kita semua.

No comments:

Post a Comment