Monday, August 19, 2019

Pelaku Firman

Pelaku Firman

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22)

Bersyukur kalau kita terlahir sebagai orang Kristen. Tidak cukup hanya itu,  tetapi kita harus benar-benar mengerti arti kekristenan dan mencari kebenaran serta mengalami akan iman percaya kita. Supaya kita tidak mudah goyah ketika diperhadapkan oleh pilihan yang melibatkan iman percaya kita.

Banyak dari kita hanya percaya karena nenek moyang kita, tidak salah seandainya benar,  jika salah maka kita akan rugi,  oleh sebab itu kita sendiri harus mengerti dengan benar dan tidak asal ikut,  karena urusan keselamatan kekal atau masuk ke Sorga adalah urusan pribadi masing-masing.

Setelah kita mengetahui kebenarannya,  maka kita harus mengalami secara pribadi dalam kehidupan kita, bahwa Tuhan yang kita sembah adalah benar dan hidup. Mendalami ajaranNya dengan membaca alkitab dan melakukan apa yang diajarkan dalam hidup kita sehari-hari. Melakukan firman tidak hanya berbuat baik,  tetapi juga melakukan kebenaran.  Orang baik belum tentu benar,  tetapi orang benar pasti baik. Semua orang bisa berbuat baik,  tetapi tidak semua orang bisa melakukan kebenaran.  Melakukan firman yaitu berbuat baik dan benar,  tidaklah mudah,  tetapi jika kita mau dan mempunyai tekad yang kuat untuk melakukannya dengan pertolongan Tuhan akan bisa.

Marilah kita menjadi pelaku firman,  walau berat,  Tuhan akan memampukan kita melakukan.
Tuhan Yesus memberkati.

Tuesday, August 13, 2019

Memaafkan

Memaafkan

Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Matius 18:22)

Suatu saat seorang anak dan ibunya berada di sebuah restoran, ketika pelayan datang membawa pesanan dengan tidak sengaja pelayan itu menumpahkan saos dari piring ke tas si ibu,  pelayan dengan ketakutan meminta maaf sambil menawarkan untuk membersihkan dengan kain lap, tiba-tiba anaknya langsung berdiri menghampiri si pelayan sambil menepuk pundaknya dia mengatakan, "tidak apa nanti saya yang membersihkan di rumah",  Ibunya yang tadi mau memarahi pelayan jadi berbalik ingin memarahi anaknya.  Kemudian si anak bercerita bahwa ketika dia dulu di luar negeri ia mengisi waktu dengan menjadi pelayan pernah melakukan kesalahan dengan memecahkan gelas mahal di restoran itu,  akan tetapi bos nya tidak memerahinya melainkan menguatirkan dirinya,  tidak hanya itu ketika dia disuruh melayani tamu melakukan kesalahan pada saat menuangkan minuman mengenai pakaian tamu,  tetapi tamunya berdiri menepuk pundaknya sambil berkata, "tidak apa saya akan bersihkan" sambil berjalan ke toilet. Apa yang Bosnya lakukan seperti sebuah tamparan yang lebih sakit rasanya daripada kita dimarahi dan harus menyelesaikan kesalahan.
Kemudian anak itu mengatakan kepada ibunya, orang lain bisa memaafkan saya,  apakah Ibu tidak bisa memaafkan orang lain?

Setiap orang tidak lepas dari kesalahan,  semua orang pernah melakukan kesalahan.  Karena kesadaran akan hal ini sehingga kita bisa memaafkan orang yang bersalah.

Tuhan dalam firmannya mengajarkan kita untuk mengampuni tanpa batas.  Tetapi dalam pelaksanaannya sangat susah untuk memaafkan orang yang sudah menyakiti kita. Jika kita mau melakukan firman,  dan mau merendahkan hati dan diri kita, maka kita bisa dengan mudah memaafkan.

Ada orang yang selalu mengungkit kesalahan masa lalu orang lain,  ini adalah dendam atau sakit hati yang belum selesai,  artinya orang tersebut belum memaafkan dengan tulus kesalahan orang lain kepadanya sehingga menjadikan dendam,  yang akan terus diungkit jika teringat.

Memaafkan tidak hanya dimulut,  harus dengan tulus hati,  yaitu dengan tidak mengingat atau melupakan kesalahan tersebut, kalaupun ingat tidak ada sakit hati lagi.

Minta kepada Tuhan untuk kita bisa melupakan hal yang menyakiti kita. Jangan biarkan hal yang buruk memenuhi hati dan pikiran kita, sehingga tidak ada damai sejahtera. Hidup cuma sekali isi hari-hari kita dengan hal-hal positif dan tidak terlalu membesarkan masalah.

Tuhan Yesus memberkati kita.

Saturday, August 10, 2019

Sadar diri

Sadar diri

Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. (1 Korintus 4:4)

Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel tentang seorang anak berumur sebelas tahun,  berasal dari Pakistan beragama kristen yang dibunuh hanya karena masalah sepele. Anak tersebut mau berhenti dari pekerjaannya sebagai pemulung,  dia dilecehkan dan dipukul sampai meninggal oleh majikannya yang beragama lain. Membaca ini hati saya sangat sedih, kita yang hidupnya lebih nyaman terkadang kurang bersyukur bahkan cenderung banyak menuntut kepada Tuhan dan malas berdoa atau membaca firman Tuhan disaat banyak masalah yang tidak terselesaikan.

Ada juga artikel tentang pendapat anak-anak siapa Tuhan, menurut mereka yang suka dokter mengatakan bahwa Tuhan seperti dokter penyembuh, ada yang bilang Tuhan seperti hakim mengadili orang,  ada lagi yang mengatakan seperti orang kaya yang mampu memberi apa yang kita butuhkan,  tetapi ada satu anak yang mengatakan Tuhan seperti pemulung,  karena pemulung mengambil sampah lalu dibersihkan sehingga menjadi barang yang bernilai jual, sama seperti Tuhan juga mengangkat kita yang kotor penuh dosa dan tidak berharga menjadi bersih dan bernilai menjadi anak-anak Allah. 

Dari kedua cerita di atas kita seharusnya menyadari siapa kita,  betapa berharganya kita dimata Tuhan,  jangan sia-siakan kesempatan hidup kita, jangan banyak menuntut,  hidup berserah kepada Tuhan, jalani dan terima semua yang ada dengan rasa syukur. Selama di bumi bersabarlah dalam penderitaan yang hanya semrntara.
 
Kiranya lewat renungan ini kita bisa belajar lebih baik dalam kehidupan kita kedepan.

Friday, August 2, 2019

Hikmat Tuhan


Hikmat Tuhan

tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."  (Ayub 28:28)

Dalam doa kita selalu meminta hikmat dari Tuhan agar kita berjalan sesuai dengan kehendakNya.  Dalam alkitab sudah difirmankan bahwa takut akan Tuhan itulah hikmat. Pada saat saya merenungkan ayub 28:28 ini saya mendapatkan rhema, bahwa inti dari hikmat yang kita minta adalah melakukan segala sesuatu dengan prinsip takut Tuhan yaitu tidak melakukan pelanggaran terhadap firman Tuhan,  hidup benar.  Artinya jika jalan yang akan kita tempuh salah jangan lakukan itulah hikmat. Jika kita menjauhi semua yang tidak benar itulah akal budi.

Jadi jika ada yang mengatakan tentang masa depan atau apa yang akan terjadi dimasa depan itu bukan hikmat melainkan ramalan atau pendapat. Karena hikmat bukan berasal dari pikiran tetapi keluar dari dalam hati yaitu rasa ingin melakukan kebenaran. Hikmat Tuhan adalah kebenaran yang harus kita lakukan,  karena takut akan Tuhan.

Jika kita berdoa memohon hikmat Tuhan,sama dengan kita meminta Tuhan membimbing kita melakukan yang benar, karena prinsip hidup takut Tuhan.

Hikmat Salomo pada waktu memecahkan masalah perebutan anak untuk mengetahui kebenaran akan ibu sang anak yaitu atas dasar keadilan,  dengan cara membagi dua. Keadilan adalah salah satu cara melakukan kebenaran karena takut akan Tuhan.

Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan. (1 Raja-raja 3:28)

Hendaknya kita selalu hidup benar,  karena itulah hikmat dari Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati

Thursday, August 1, 2019

Hidup benar

Hidup benar

haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu,  (Ulangan 6:18)

Melakukan kebenaran tidaklah mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa.  Ketika kami memutuskan untuk melakukan usaha dengan cara yang benar,  memang tidak mudah dan prosesnya lama.  Bahkan boleh dikatakan sering terjadi kegagalan. Kami tidak pernah memaksakan harus terjadi, jika batalpun kami sudah siap,  karena doa kami agar Tuhan memaksakan kehendakNya yang terjadi. Kalau tidak terjadi transaksi artinya memang Tuhan tidak berkehendak.  Dan puji nama Tuhan walau secara manusia ada kekecewaan,  namun penghiburan dan pengharapan masih lebih besar dari rasa kecewa,  sehingga kami tidak putus asa dan benar Tuhan selalu bukakan jalan lain.

Pada suatu saat kami mau mengirim barang,  rekan bisnis kami biasa tidak pakai dokumen tetapi pakai pengawalan, karena kami mau yang benar, maka harus ada dokumen, karena barang tidak diproses ditempat yang berhak menerbitkan dokumen, maka tidak bisa mendapat dokumen, kebetulan ada kenalan yang mau membuatkan dokumen  (tetapi tetap tidak benar), jadi seolah-olah resmi karena pakai dokumen. Ketika semua sudah dipersiapkan,  malamnya saya berdoa dalam hati Tuhan kalau ini tidak benar tolong beri jalan keluar.  Keesokan harinya kami batal mengirim, karena armada tidak bisa datang, tetapi pemesan tidak kecewa bahkan meminta kami untuk memproses untuk mendapatkan dokumen resmi, puji nama Tuhan akhirnya kami tidak melakukan pelanggaran,  melainkan mendapatkan jalan keluar yang benar.
Kami benar-benar merasakan tuntunan Tuhan.

Dari kesaksian diatas saya bisa katakan,  bahwa jika kita bersungguh-sungguh mau hidup benar,  dengan segenap hati,  maka Tuhan akan menolong kita dalam melakukannya dan memberi jalan keluar yang terbaik.

Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati.  (2 Tawarikh 25:2)

Jadi percayalah jika kita mau melakukan yang benar,  dengan tuntunan Tuhan kita bisa melakukannya.  Mintalah kehendak Tuhan yang terjadi, jangan paksakan kehendak kita.
Tuhan Yesus memberkati

Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.  (Mazmur 5:12)

Sunday, July 28, 2019

Persiapkan diri

Persiapkan diri

dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.  (Lukas 1:75)

Semua manusia akan meninggalkan dunia ini,  masing-masing sudah ada tiket kematiannya,  tinggal menunggu giliran. Karena kita tidak tau kapan giliran kita tiba,  maka sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan membawa bekal yang cukup yaitu menjadi orang yang makin benar, makin kudus dari hari kehari, hidup berkenan kepada Tuhan.

Panggilan Tuhan bisa sewaktu-waktu datangnya,  jangan berfikir kita masih muda,  masih sehat atau masih banyak uang, dan lain sebagainya, karena semua itu tidak bisa membatalkan terjadinya kematian.

Persiapan kita tidak hanya hidup baik,  tetapi hidup seturut firmanNya,  taat akan firmanNya,  hidup berkenan kepadaNya.
Agar ada kepastian kemana kita pergi setelah meninggalkan dunia ini.

Jangan menunggu tua,  sakit atau tertimpa masalah berat baru mau hidup benar,  mulai dari sekarang  selagi muda,  sehat dan punya kesempatan. Cari kebenaran dan lakukan.

Bukan hanya beriman kepada Tuhan, tetapi juga bertindak sesuai iman percaya kita,  karena iman tanpa perbuatan adalah mati.

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.  (Yakobus 2:26)

Demikian pula perbuatan tanpa iman percaya kepada Tuhan Yesus tidak ada gunanya. Karena perbuatan tidak membawa kepada kekekalan,  hanya percaya kepada Tuhan Yesus, yang akan membawa kepada hidup yang kekal.

Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16)

Mulai sekarang mari kita mempersiapkan diri kita dengan hidup benar dan menjaga kekudusan.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Monday, July 22, 2019

Ada kuasa dalam ibadah

Ada kuasa dalam ibadah

Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. (1 Petrus 4:11)

Dalam setiap acara ibadah ada beberapa sesi dari awal, pertengahan sampai akhir. Setiap sesi dalam ibadah sama pentingnya bagi Tuhan. 

Saya bisa mengatakan hal ini karena ada kesaksian waktu ibadah berlangsung dalam salah satu sesi yaitu sesi memberi salam ke jemaat,  saat itu salah satu pengerja gereja mendatangi ayah saya untuk melakukan tos dengan kedua tangannya,  pada saat tos dengan ayah saya ada getaran terjadi pada tangannya, dari bahu kanan sampai ke lengan,  puji Tuhan seketika itu juga terjadi kesembuhan pada tangan ayah saya yang sudah lama sakit dan sudah berkali-kali didoakan.  

Dengan kejadian ini saya diingatkan bahwa pelayanan sekecil apapun disaat ibadah berlangsung, bisa mendatangkan kuasa dan kemuliaan Allah dinyatakan,  karena bagi Tuhan sama pentingnya. Jadi kita tidak boleh menyepelekan semua sesi pelayanan yang ada di gereja. Beribadahlah dengan kesungguhan hati karena ingin memuliakan Tuhan dan mendengarkan firmanNya,  bukan hanya karena rutinitas dan kebiasaan.  Ada hadirat Allah dan Roh Allah hadir dalam setiap ibadah untuk melawat umatNya yang merindukanNya. 

Tuhan menghargai sekecil apapun pelayanan kita,  karena Tuhan melihat ketulusan hati kita. Sebagai jemaat Tuhan,  kita harus menghargai setiap sesi atau acara ibadah dengan hadir tepat waktu dan tidak menganggap hanya acara kothbah saja yang penting,  semua acara dari awal,  pertengahan dan akhir sama pentingnya. Demikian juga dengan para pelayan Tuhan,  karena sekecil apapun pelayanmu Tuhan sangat menghagai.  Sebab ada  kuasa Allah yang bekerja di dalam acara ibadah yang benar.  

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. (Yohanes 12:26)

Melayani Tuhan dengan sepenuh hati, tidak memandang besar kecilnya yang bisa kita lakukan, semua menerima upah yang sama.

Baca Matius 20:1-16, berbicara tentang upah,  Tuhan memberi upah yang sama walaupun jam kerja berbeda,  bukannya Tuhan tidak adil tetapi semua sesuai dengan kesepakatan antara pekerja dan pemberi upah,  kita tidak boleh membandingkan,  tetapi melakukan apa yang sudah kita sepakati dan mendapatkan upahnya. 

Tuhan sangat adil dan sangat mengetahui umatNya,  karena itu lakukan semua pelayanan sesuai dengan talenta kita dengan sepenuh hati karena kita mengasihi Tuhan. Jangan membandingkan atau merasa rendah diri, sebab Tuhan melihat ketulusan hati kita. Karena pelayanan yang baik dan benar mendatangkan kuasa untuk kemuliaan Tuhan. 

Mari kita mulai belajar melakukan bagian kita dengan baik dan memperhatikan kepentingan orang lain juga.

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4)

Tuhan memberkati kita.