Saturday, August 10, 2019

Sadar diri

Sadar diri

Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. (1 Korintus 4:4)

Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel tentang seorang anak berumur sebelas tahun,  berasal dari Pakistan beragama kristen yang dibunuh hanya karena masalah sepele. Anak tersebut mau berhenti dari pekerjaannya sebagai pemulung,  dia dilecehkan dan dipukul sampai meninggal oleh majikannya yang beragama lain. Membaca ini hati saya sangat sedih, kita yang hidupnya lebih nyaman terkadang kurang bersyukur bahkan cenderung banyak menuntut kepada Tuhan dan malas berdoa atau membaca firman Tuhan disaat banyak masalah yang tidak terselesaikan.

Ada juga artikel tentang pendapat anak-anak siapa Tuhan, menurut mereka yang suka dokter mengatakan bahwa Tuhan seperti dokter penyembuh, ada yang bilang Tuhan seperti hakim mengadili orang,  ada lagi yang mengatakan seperti orang kaya yang mampu memberi apa yang kita butuhkan,  tetapi ada satu anak yang mengatakan Tuhan seperti pemulung,  karena pemulung mengambil sampah lalu dibersihkan sehingga menjadi barang yang bernilai jual, sama seperti Tuhan juga mengangkat kita yang kotor penuh dosa dan tidak berharga menjadi bersih dan bernilai menjadi anak-anak Allah. 

Dari kedua cerita di atas kita seharusnya menyadari siapa kita,  betapa berharganya kita dimata Tuhan,  jangan sia-siakan kesempatan hidup kita, jangan banyak menuntut,  hidup berserah kepada Tuhan, jalani dan terima semua yang ada dengan rasa syukur. Selama di bumi bersabarlah dalam penderitaan yang hanya semrntara.
 
Kiranya lewat renungan ini kita bisa belajar lebih baik dalam kehidupan kita kedepan.

No comments:

Post a Comment