Monday, July 22, 2019

Ada kuasa dalam ibadah

Ada kuasa dalam ibadah

Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. (1 Petrus 4:11)

Dalam setiap acara ibadah ada beberapa sesi dari awal, pertengahan sampai akhir. Setiap sesi dalam ibadah sama pentingnya bagi Tuhan. 

Saya bisa mengatakan hal ini karena ada kesaksian waktu ibadah berlangsung dalam salah satu sesi yaitu sesi memberi salam ke jemaat,  saat itu salah satu pengerja gereja mendatangi ayah saya untuk melakukan tos dengan kedua tangannya,  pada saat tos dengan ayah saya ada getaran terjadi pada tangannya, dari bahu kanan sampai ke lengan,  puji Tuhan seketika itu juga terjadi kesembuhan pada tangan ayah saya yang sudah lama sakit dan sudah berkali-kali didoakan.  

Dengan kejadian ini saya diingatkan bahwa pelayanan sekecil apapun disaat ibadah berlangsung, bisa mendatangkan kuasa dan kemuliaan Allah dinyatakan,  karena bagi Tuhan sama pentingnya. Jadi kita tidak boleh menyepelekan semua sesi pelayanan yang ada di gereja. Beribadahlah dengan kesungguhan hati karena ingin memuliakan Tuhan dan mendengarkan firmanNya,  bukan hanya karena rutinitas dan kebiasaan.  Ada hadirat Allah dan Roh Allah hadir dalam setiap ibadah untuk melawat umatNya yang merindukanNya. 

Tuhan menghargai sekecil apapun pelayanan kita,  karena Tuhan melihat ketulusan hati kita. Sebagai jemaat Tuhan,  kita harus menghargai setiap sesi atau acara ibadah dengan hadir tepat waktu dan tidak menganggap hanya acara kothbah saja yang penting,  semua acara dari awal,  pertengahan dan akhir sama pentingnya. Demikian juga dengan para pelayan Tuhan,  karena sekecil apapun pelayanmu Tuhan sangat menghagai.  Sebab ada  kuasa Allah yang bekerja di dalam acara ibadah yang benar.  

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. (Yohanes 12:26)

Melayani Tuhan dengan sepenuh hati, tidak memandang besar kecilnya yang bisa kita lakukan, semua menerima upah yang sama.

Baca Matius 20:1-16, berbicara tentang upah,  Tuhan memberi upah yang sama walaupun jam kerja berbeda,  bukannya Tuhan tidak adil tetapi semua sesuai dengan kesepakatan antara pekerja dan pemberi upah,  kita tidak boleh membandingkan,  tetapi melakukan apa yang sudah kita sepakati dan mendapatkan upahnya. 

Tuhan sangat adil dan sangat mengetahui umatNya,  karena itu lakukan semua pelayanan sesuai dengan talenta kita dengan sepenuh hati karena kita mengasihi Tuhan. Jangan membandingkan atau merasa rendah diri, sebab Tuhan melihat ketulusan hati kita. Karena pelayanan yang baik dan benar mendatangkan kuasa untuk kemuliaan Tuhan. 

Mari kita mulai belajar melakukan bagian kita dengan baik dan memperhatikan kepentingan orang lain juga.

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4)

Tuhan memberkati kita. 

No comments:

Post a Comment