Berubah bukan berkurang
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
Ada beberapa anak Tuhan yang kecewa, karena doa mereka tidak mendapat jawaban. Jawaban doa bagi setiap orang berbeda, ada yang cepat dan ada yang lama bahkan ada yang tidak dijawab. Kenapa lama? Bukan karena Tuhan tidak bisa, bahkan sangat mudah bagi Tuhan untuk mengadakan mujizat, tetapi Tuhan mau hati kita seperti yang Dia mau.
Mengapa kita tidak langsung mengalami mujizat? Karena ada proses yang harus kita lewati yaitu Tuhan mau hati kita berubah bukan berkurang. Misalnya kita biasa merokok sehari 2 bungkus, setelah bertobat ikut Tuhan menjadi 1 bungkus sehari bukan itu yang Tuhan mau tetapi total berhenti merokok.
Terkadang kekerasan hati kita yang membuat mujizat kuasa Tuhan tidak terjadi dalam hidup kita, karena kita tidak mau berubah, hanya mau mengurangi, sehingga perlu proses yang lama.
Tuhan mau hati kita berubah dari yang keras menjadi lembut, dari yang tinggi menjadi rendah, kalau masih setengah-setengah, maka mujizat tidak akan terjadi.
Baca markus 8:22-26 tentang orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus, tidak langsung sembuh tetapi perlu proses, bukannya tidak manjur kuasa Tuhan, tetapi ada proses yang harus dilalui bagi setiap orang. Karena berasal dari kota Betsaida yang orang-orangnya susah/lama untuk bertobat (lukas 10:13).
Demikian juga dengan kita, jika tidak bertobat dengan sungguh-sungguh artinya berubah seratus delapan puluh derajat dari sifat lama kita, maka kuasa Tuhan tidak cepat terjadi, jika kita hanya mengurangi sedikit demi sedikit, maka akan ada proses.
Jika mau kuasa itu terjadi sepenuhnya, maka bertobat sepenuhnya. Pikirkan kalimat ini untuk memudahkan mengerti.
Lebih mudah orang farisi bertobat atau pencuri bertobat?
Kiranya renungan ini bisa memberkati kita semua.
No comments:
Post a Comment