Friday, January 1, 2021

mencari alasan

Mencari alasan

Kejadian 3:12-13
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

Sudah sejak manusia dijadikan Allah sifat mengelak atau mencari alasan untuk menghindar dari kesalahan menjadi ciri dari manusia daripada harus bersikap jujur dan bertanggungjawab. Manusia cenderung mencari kambing hitam daripada mengakui dengan berani akan kesalahan yang dilakukannya. Lebih mudah menyalahkan daripada mengakuinya. 

Ketika dengan berbagai alasan kita menghindar dari kesalahan dengan mengemukakan sebab akibat terjadinya,  maka kita bisa saja kemudian berbuat dosa dengan berbohong dan mulai menuduh. Jadi sebaiknya mulai dari sekarang kita belajar untuk tidak mencari alasan atau menyalahkan, tetapi dengan berani mengakui dan meminta maaf.  Dengan demikian kita akan terhindar dari dosa yang lebih besar sehingga tidak ada penghalang dalam setiap doa kita kepada Tuhan. Membereskan diri sendiri terlebih dahulu dengan Tuhan,  baru kita bisa dengan nyaman melangkahkan setiap perjalanan hidup kita bersama orang lain.

Saya mengetahui seseorang yang sepanjang hidupnya harus berbohong kepada pasangan hidupnya, dengan alasan demi kebaikan dan menghindari pertengkaran, tetapi apakah sikap ini benar ? Dia akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan,  akibatnya bukan kebaikan yang diterima pasangannya, tetapi malah menderita karena menyimpan kepahitan.  Kebenaran ditutupi dengan kebohongan demi kebaikan.  Apapun alasannya, kebohongan tetaplah salah dan dosa bagi Tuhan. Apakah bisa tenang hidupnya bagi orang yang menyimpan kebohongan? Walau harus menderita karena jujur, hal ini akan melegakan batin dan hati kita karena tidak ada yang harus dirahasiakan. Walaupun kita bisa membohongi orang terdekat sekalipun,  tetapi dihadapan  Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Jadi sebaiknya jika harus jujur sampaikan dengan bijaksana agar tidak menyakiti orang lain,  kalaupun hal ini harus terjadi dengan pertolongan Tuhan kita pasti bisa melalui dengan baik. Tuhan akan memberikan kemampuan dan kekuatan bagi orang yang mau hidup benar sesuai dengan kehendak Tuhan bagi hidupnya. 

Doa kami.... Tuhan kami mau belajar untuk mengakui kesalahan dan tidak mencari alasan untuk pembenaran.. ..amin

Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment