Cerdik dan tulus
Matius 10:16
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Serigala adalah salah satu binatang buas yang bisa memangsa domba, karena itu agar bisa terbebas dari serigala, domba harus cerdik. Kalimat cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati patut diingat sebagai nasehat yang penting bagi kita dalam menjalani kehidupan agar terhindar dari dosa dan tidak masuk dalam perangkap sijahat.
Seringkali kita diperhadapkan dengan pilihan jawaban yang seperti buah simalakama, jika jujur ada akibatnya dan jika tidak jujur juga ada resiko terutama dosa karena harus berbohong.
Apa yang Abraham alami ketika mengatakan Sarah istrinya sebagai saudara karena takut dibunuh oleh Raja Abimelekh sebab istrinya yang cantik. Tetapi sebagai nabi Allah Abraham tidak berbohong karena memang sarah masih kerabat jadi bisa dibilang masih saudara sepupu.
Kejadian 20:12
Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
Apa yang dikatakan Abraham merupakan contoh perumpamaan cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Sikap seperti inilah yang bisa dikatakan cerdik, karena memang benar dengan cara penyampaian berbeda.
Ketika seseorang dikhianati atau dicurangi timbul sakit hati sehingga ada dendam untuk membalas. Yakub pernah dibohongi oleh mertuanya, tetapi dia menerima dan membalas kecurangan mertuanya dengan kecerdikan (kejadian 30).
Belajar dari cerita ini kita bisa mengambil contoh untuk jujur dengan cara yang benar bukan berbohong untuk menghindari masalah. Setiap masalah akan kita hadapi dengan hikmat dari Tuhan yaitu dengan kecerdikan agar tidak menimbulkan dosa dengan cara yang salah.
Kecerdikan yang dikehendaki Tuhan harus benar dan jujur berdasarkan pikiran yang positif dan pengetahuan yang benar, bukan dengan kecurangan atau penipuan.
Selain cerdik kita juga harus mempunyai ketulusan hati, yaitu memiliki hati yang bersih dan niat yang baik. Mintalah hikmat dari Tuhan untuk mengatasi masalah yang mengharuskan kita untuk berpikir cerdik dan benar bukan cerdik dan licik. Banyak cara yang lebih baik dan tetap dijalur yang benar, ingatlah selalu istilah cerdik dan tulus.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment