Tuhan yang terutama
Ayub 2:9-10
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong bagi pasangannya. Setiap pasangan suami istri harus menyadari dan memahami akan hal ini, sehingga tidak ada lagi istilah suami takut istri atau istri lebih berkuasa atau dominan daripada suami. Suami tetap sebagai kepala dalam rumah tangga yang memutuskan dan istri harus tunduk kepada suami, sebaliknya suami juga harus bijak, karena harus menyayangi istri seperti kepada diri sendiri.
Efesus 5:22-23,25
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
1 Petrus 3:7
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Efesus 5:28
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Ayub adalah seorang suami yang patut diteladani. Ayub mengasihi keluarganya termasuk istrinya, akan tetapi Ayub tidak takut kepada istrinya. Bagi Ayub Tuhan yang terutama, terbukti ketika istrinya menyuruhnya mengutuki Allah atas segala bencana yang terjadi dalam kehidupannya, Ayub marah dan mengatakan istrinya seperti orang gila. Ayub mengasihi istrinya, tetapi Ayub tidak mau mengikuti perkataan istrinya yang salah terhadap Tuhan.
Beberapa diantara pasangan suami istri didalam rumah tangga ada yang lebih takut istri daripada kepada Tuhan, hal ini terbukti dari banyaknya orang yang mau melakukan dosa demi menyenangkan istrinya, artinya mereka lebih takut kepada istri daripada kepada Tuhan.
Apa yang Ayub lakukan adalah mengutamakan Tuhan daripada segala harta dan keluarga. Mari kita teladani Ayub, hidup benar, setia kepada Tuhan dan mengutamakan Tuhan.
Jangan biarkan harta, kedudukan, kesenangan dan lain sebagainya mengambil tempat yang terutama dalam kehidupan kita. Hanya Tuhan yang terutama bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment