Orang yang sudah mapan atau pintar dengan mempunyai banyak harta dan banyak gelar, biasanya akan menjadi sombong dan tidak menghargai orang, karena merasa bahwa kekuatannya ada pada harta yang dia miliki atau pada kepintarannya, bahkan yang lebih buruknya ada yang tidak percaya kepada Tuhan. Mereka merasa bahwa semua yang diraihnya karena kemampuannya.
Ada juga orang yang sangat tergantung kepada orang lain, mengandalkan orang lain dalam hidupnya, seolah-olah tanpa orang itu hidupnya terasa susah. Ini juga termasuk orang yang terkutuk karena mengandalkan manusia. Manusia memang saling tergantung satu dengan yang lainnya, akan tetapi jangan terikat dan seolah-olah dunia kiamat jika tidak ada orang itu disisinya atau membantunya.
Yang harus disadari oleh manusia adalah Tuhan adalah pencipta, Tuhan maha kuasa, manusia itu lemah tanpa Tuhan, sekuat dan sehebat apapun manusia, jika Tuhan berkehendak mengijinkan penyakit menimpanya, mengambil semua hartanya, bahkan jika Tuhan mengambil nyawanya, manusia tidak bisa mencegahnya dengan harta atau kepandaiannya. Manusia bisa berusaha dengan hartanya atau kepintarannya akan tetapi semua ada batasnya. Hanya Tuhan yang tak terbatas, sekalipun tidak mungkin bagi manusia, Tuhan mampu menciptakan yang baru.
Seperti yang terjadi sekarang wabah virus corona atau covid19 meliputi seluruh dunia, berapa banyak orang meninggal, orang pintar (dokter), pejabat, orang kaya dan berapa banyak harta yang mampu menyelamatkan, sekaya, sepintar, setinggi apapun orang itu tidak bisa melepaskannya dari serangan virus ini dan akhirnya meninggal juga.
Terkutuk adalah kata sumpah atau doa yang buruk dan akan terjadi terhadap orang yang menerimanya.
Ayat firman di atas mengingatkan kepada kita untuk tidak mengandalakan manusia dan kekuatan kita, karena kita akan terkutuk. Andalkan Tuhan saja dalam segala hal. Jadikan Tuhan tuan bukan kita yang menjadi tuan dengan menyuruh Tuhan menjaga dan memenuhi semua kehendak kita. Dia Tuhan, Allah, juga Bapa kita.
Sebagai orang percaya, selain kutuk karena mengandalkan ke mampuan, kita juga harus mematahkan setiap kutuk yang pernah diucapkan oleh nenek moyang atau orang yang tidak menyukai kita didalam nama Tuhan Yesus, agar kita terbebas dari segala kutuk.
Andalkan Tuhan, percaya akan kuasaNya, hidup kudus dan hidup dalam kebenaran, ikuti perintahNya, setia mengiring Tuhan. Karena jalan tidak selalu lurus, kita harus berhati-hati, karena jalan tidak selalu rata dan bagus, ada kerikil dan batu yang harus kita lalui, ada tanjakan dan turunan yang kita harus lewati, maka dari itu minta Tuhan menyertai setiap langkah hidup kita, sekalipun kita bisa menggunakan kemampuan kita untuk melewatinya ada keterbatasan yang tidak bisa kita hindari yaitu hidup atau nyawa kita sendiri, kapanpun Tuhan mau mengambilnya bisa terjadi, apakah kita sudah siap, jika saat itu terjadi dan kemana kita pergi setelahnya?
Mari renungkan dan mulai menata diri apa yang harus kita lakukan.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment