Setiap dari kita menginginkan kebahagiaan dalam rumah tangga. Banyak hal yang mempengaruhi hilangnya kebahagiaan rumah tangga. Salah satunya yang sangat sering dijadikan alasan perceraian adalah perbedaan prinsip. Manusia hanya beralasan untuk pembenaran, padahal dari awal kita sudah tau bahwa tidak ada manusia yang sama, jika dua orang dipersatukan dalam sebuah pernikahan, bukan karena mereka sama, tetapi karena kasih, artinya mereka mau menerima perbedaan dengan saling mengisi dan mengerti satu sama lain. Perbedaan yang ada merupakan tantangan yang harus dilalui untuk mempertahankan kebahagiaan dan mempererat hubungan.
Dasar dari sebuah pernikahan adalah kasih. Mengalah adalah salah satu bentuk dari kasih. Mengalah bukan karena lemah atau salah sebaliknya yang menang bukan berarti benar dan menjadi yang dominan. Jika salah harus mengakui dan meminta maaf, sebaliknya yang benar menegur dengan kasih bukan untuk kebanggaan tetapi untuk hidup dalam kebenaran.
Jangan menuntut kesempurnaan karena akan kecewa, tetapi terima segala kekurangan dengan ucapan syukur karena itulah yang terbaik bagi kita. Dengan adanya kekurangan manusia ingat keterbatasannya dan ketergantungannya kepada Tuhan.
Dari awal Tuhan memberikan pasangan hidup yang sepadan kepada manusia. Arti kata sepadan yaitu setara atau seimbang, walaupun ada perbedaan tidak berlebihan, dalam segala hal baik dari segi usia, sosial dan ekonomi dan lain sebagainya. Sepadan bermaksud agar bisa terjalin chemistry atau nyambung sehingga bisa bersama selamanya.
Karena perbedaan yang berlebihan akan menimbulkan masalah besar yang pada akhirnya jika terungkap dan tidak bisa mengimbanginya, bisa menimbulkan pertengkaran dan perpisahan. Misalnya perbedaan usia yang banyak, pada masa yang akan datang akan bermasalah. Perbedaan pendidikan atau status sosial yang jauh bisa menimbulkan masalah dikemudian hari jika dipaksakan.
Karena itu dalam memilih pasangan, berdoalah meminta kepada Tuhan yang sepadan dan sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak memaksakan kehendak kita. Kita bisa memilih yang kita mau, Tuhan akan ijinkan jika kita memaksa, akan tetapi kita harus siap terhadap akibatnya.
Belajar taat dan menjadi pelaku akan firman Tuhan, maka hidupmu akan bahagia di bumi dan di sorga.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment