Thursday, August 27, 2020

Takut Tuhan

Takut Tuhan
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. (1 Petrus 1:17)

Ada orang yang sangat angkuh dan sombong karena semua yang diinginkannya bisa dia dapatkan,  karena memiliki banyak harta,  karena bisa membeli apapun,  tidak perduli terhadap orang lain yang walaupun dia tau mereka tidak punya, tetapi tidak mau membagi yang dipunyainya hanya karena merasa hasil kerja kerasnya atau ingin menikmati sendiri demi kenyaman hidup. Tidak ada yang salah jika kita mau menikmati hasil kerja keras kita,  dan tidak bisa kita menyenangkan semua orang,  akan tetapi kita juga tidak boleh menutup mata hati kita, sehingga tidak perduli  terhadap orang disekitar kita. Terutama kepada saudara, keluarga atau teman dekat kita yang sangat membutuhkan dan kita memiliki lebih dari apa yang mereka butuhkan. Kelebihan kita bisa menutupi kekurangan mereka dan alangkah indahnya berbagi,  karena senyum mereka adalah kebahagiaan kita. Karena untuk itulah Tuhan memberkati kita untuk menjadi berkat.

Manusia seringkali lupa bahwa kita hanya menumpang di dunia ini, hidup kita hanya sementara saja di dunia ini,  ada batas waktu yang tidak bisa kita hindari dan harus kita lalui lewat yang namanya kematian yang adalah akhir dari kehidupan sementara kita di dunia yang fana ini, dan hidup ini merupakan kesempatan kita mengumpulkan bekal untuk kehidupan kekal.  

Kehidupan yang kekal itu yang seharusnya kita pikirkan selama ini,  karena itu yang terpenting daripada yang sementara. Oleh sebab itu hiduplah takut akan Tuhan,  kejarlah kekudusan bukan kenyaman yang dunia tawarkan,  lebih baik menderita karena mempertahankan kebenaran dan kekudusan. Jangan biarkan kenikmatan dunia yang iblis tawarkan mempengaruhi hidup kita selama berada di bumi ini. 

Pengorbanan Yesus di kayu salib hendaknya selalu menjadi pedoman yang memotivasi kita untuk tetap mempertahankan hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Kasih Yesus menjadi pegangan bagi kita betapa pentingnya keselamatan kekal. 

Mari kita jaga sikap,  hidup benar dan kudus,  jangan hanya menuntut,  jangan hanya memikirkan diri sendiri,  harus mau berkorban dengan mengutamakan kasih bagi sesama selama hidup didunia ini. 

Hidup benar tidak hanya menjadi berkat bagi sesama, tetapi juga secara pribadi benar,  tidak menyimpan sakit hati,  mau mengampuni,  tidak iri hati.

Saya tutup dengan sebagian lirik lagu yang bisa menguatkan dan mengingatkan... 

Sucikan dan kuduskan hati ini,  untuk dapat menghadap tahtaMu....
Tubuh jiwa rohku kusrahkan padaMu
untuk kemuliaan namaMu... 
 
Ampuni bila kami tak mampu mengampuni yang bersalah kepada kami,  seperti hati Bapa mengampuni mengasihi tiada pamrih...

Tuhan Yesus memberkati



No comments:

Post a Comment