Tuesday, August 18, 2020

Nasib

Nasib

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.  (Pengkhotbah 9:11)

Takdir atau nasib adalah bagian dari kehidupan manusia yang membawa mereka kepada apa yang sudah Tuhan tetapkan dalam kehidupan masing-masing.  

Manusia boleh berencana akan tetapi tetap Tuhan yang menentukan. Manusia bisa lari atau menghindari tetapi tetap nasib yang akan membawa kembali ketempat atau kejadian yang seharusnya. 

Manusia bisa memaksakan keinginannya dan Tuhan akan mengijinkan, akan tetapi dalam perjalanan akan mendapatkan resiko yang harus diterima akibat pilihannya. Bukan berarti kita yang berjalan menurut kehendak Tuhan tidak ada resiko,  tetap ada tetapi Tuhan akan memampukan kita melaluinya. Indah pada waktunya itu yang Tuhan janjikan bagi orang yang percaya kepadaNya. 

Seperti ayat firman di atas katakan bahwa nasib akan dialami oleh semua orang tidak perduli apakah pintar,  kaya,  atau berkarunia. Oleh karena itu jika kita mau bernasib bagus bukan berdasarkan pemikiran kita tetapi berdasarkan pemikiran Tuhan, kita harus berserah kepada Tuhan, dan bukan memaksakan keinginan kita. Banyak contoh di alkitab tentang hal ini,  misalnya apa yang terjadi dengan Yusuf, jika menurut pemikiran manusia nasibnya sial dan buruk ketika harus dijual dijadikan budak,  lalu difitnah sehingga masuk penjara,  tetapi itu adalah proses yang Tuhan lakukan untuk membentuk dan mempersiapkankan Yusuf bagi umat Israel di masa kelaparan yang akan datang,  karena hanya Tuhan yang mengetahui apa yang akan terjadi. 
Sebaliknya apa yang dialami Bapa Abraham, istrinya Sarah karena tidak sabar dan mengambil keputusan berdasarkan pemikiran sendiri, akhirnya memberikan hambanya Hagar untuk dijadikan istri kedua oleh Abraham. Sepertinya bagus dan berhasil mendapatkan keturunan, tetapi akibatnya banyak hal buruk terjadi hingga sekarang. 

Baik atau tidak nasib manusia bukan dilihat dari kaya atau miskin,  pintar atau bodoh, cantik atau jelek,  berkarunia atau tidak,  bagi Tuhan semua sama dan akan mengalami nasib yang sama,  contohnya seperti terserang penyakit tidak akan memilih siapa yang akan sakit, dan siapa yang akan mati semua akan mengalami kematian.

Semua kembali kepada kita apakah mau menjalani nasib sesuai kehendak Tuhan atau mau merubah nasib dengan memaksakan kehendak kita. 

Dalam pemandangan kita awalnya  mungkin tidak indah, tetapi jika kita percaya Tuhan pasti tau yang terbaik bagi kita, maka kita akan menjalani dengan baik hari-hari kita. Banyak orang memaksakan kehendak dengan berbagai cara untuk mengubah nasib, akan tetapi akhirnya semua akan sia-sia dan hanya berbagai penderitaan yang dialami seumur hidupnya. 

Bersyukur selalu dan jalani dengan sukacita semua kejadian dalam hidup kita sesuai dengan kemampuan,  dengan tidak memaksakan kehendak,  itulah yang Tuhan mau kita lakukan. 
Bukan awal yang menentukan tetapi akhir.

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment