Penguasaan diri
Ketika seseorang melihat ketidakadilan atau perlakuan yang tidak baik, maka akan timbul emosi atau marah, jika dibiarkan akan ada tindakan seperti mengeluarkan perkataan yang tidak pantas bahkan bisa berlanjut kepemukulan. Agar hal ini tidak berlanjut kepada yang negatif maka perlu adanya penguasaan diri.
Penguasaan diri bukan berarti tidak perduli, tetapi lebih kepada mengalah demi kebaikan bersama dan menghindari pertengkaran yang bisa menimbulkan dosa seperti permusuhan, kebencian dan dendam sakit hati.
Penguasaan diri termasuk salah satu dari buah roh yang harus kita lakukan dan ada pada kita orang percaya.
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:23)
Biasanya oleh perkataan yang kasar, orang akan tersinggung dan lepas kendali, karena itu hal pertama yang kita harus kita lakukan adalah berhati-hari dalam perkataan. Karena setiap manusia pada dasarnya ingin dipuji, ingin mendengar yang manis dan baik, tetapi jangan munafik.
Berusahalah untuk tidak mudah panas hati dan bersabar terhadap orang yang tidak sepaham dengan kita. Walau hati terasa panas, hadapi dengan kepala yang dingin, dan kesabaran, dengan begitu kita bisa menguasai diri kita untuk tidak melakukan kejahatan yang berakibat dosa.
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. (Amsal 17:27)
Pengusaan diri haruslah dilatih. Berlatih untuk sabar, tidak mudah emosi, lebih banyak mendengar daripada berkata-kata dan yang lebih penting adalah berserah kepada Tuhan. Berusahalah hidup dalam kebenaran, selalu menguatkan dan menjadi berkat. Karena setiap orang merindukan dan ingin mengalami kasih dalam hidupnya.
Belajarlah terus dan latihlah penguasaan diri kita. Perbesar kasih dan kesabaran, maka hidup ini akan menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment