Ketakutan
Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. (1 Raja-raja 19:3)Suatu hari saya melihat video seorang tentara yang kekar badannya berteriak ketakutan hanya karena akan disuntik untuk diambil darahnya oleh seorang perawat. Badan yang besar dan kekar, profesi tentara, bukan jaminan seorang pemberani dan tidak ada ketakutan terhadap apapun, disatu sisi mungkin orang lain takut terhadapnya, tetapi disisi lain orang itu ternyata takut terhadap jarum suntik yang kecil. Ini membuktikan bahwa sebagai manusia perasaan takut pasti ada sekalipun kita orang yang paling kuat, paling kaya atau paling pintar. Rasa takut ini yang membuktikan bahwa manusia terbatas dan kita tidak bisa percaya dengan penampilan seseorang.
Nabi besar seperti Elia juga pernah diliputi ketakutan dibalik keberaniannya membunuh ratusan nabi baal. Berani pada satu hal belum tentu tidak takut akan hal yang lain, karena itu manusia tidak boleh sombong. Kelebihan kita bukan untuk kebanggaan, kalaupun kita dipakai oleh Tuhan karena kelebihan yang kita miliki, jangan sombong, karena hal tersebut bukan berarti kita tidak memiliki kelemahan atau ketakutan. "
Ada resiko yang akan terjadi akibat dari perbuatan kita. Tetapi kita tidak perlu takut yang berlebihan sampai stress, selama apa yang kita lakukan adalah kebenaran dan kebaikan, percayalah Tuhan pasti akan melindungi dan memelihara kita.
Perhatikan apa yang nabi Elia alami (baca raja2 19), setelah membunuh nabi baal, ada ketakutan walaupun dia seorang nabi besar yang dekat dengan Tuhan, dia tetap manusia yang punya kelemahan, tetapi Tuhan tidak membiarkannya, Tuhan pelihara selama empat puluh hari pelariannya dengan memberikan makanan dan minuman. Dan pada akhirnya dia bebas dari ketakutan bisa menjalankan kembali aktivitasnya, diakhir hidupnya dia terangkat ke sorga.
Ketakutan pasti ada bagi setiap orang, kita tidak bisa menghindarinya, akan tetapi Tuhan akan menolong kita, menjalaninya, membebaskan dan menggantikan dengan damai sukacitanya. Tetap bergantung dan hanya berharap kepada Tuhan saja, maka segala ketakutan akan bisa kita lewati.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment