Keras hati
Untuk mencapai kesuksesan diperlukan tidak hanya kerja keras dan ketekunan, tetapi juga kekerasan hati atau ambisi yang kuat.
Keras hati adalah sifat yang akan bagus jika mengarah ke positif, karena bagai motivasi yang menimbulkan semangat, akan tetapi akan sangat buruk terhadap orang lain, karena kebanyakan tindakannya adalah dengan memaksakan kehendak dan tidak akan berhenti jika belum tercapai. Orang yang keras hati seringkali tidak memperdulikan orang lain demi tercapai keinginannya. Mata hati orang yang keras hati seringkali tertutup oleh keinginannya.
Apa yang dilakukan oleh Firaun pada saat Musa dan Harun akan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir yaitu mengeraskan hati. Sampai sepuluh tulah harus terjadi barulah kekerasan hati itu mencair.
Belajar dari peristiwa ini, kita tidak harus keras hati disaat ingin mencapai sesuatu keinginan yang akibatnya bisa merugikan atau menyusahkan orang lain. Terlebih lagi jika hal tersebut melanggar perintah Tuhan.
Apa yang dialami oleh Firaun dan orang Mesir akibat kekerasan hati yaitu sepuluh tulah jangan sampai kita alami. Artinya jangan mengeraskan hati dengan menunggu Tuhan menyatakan mujizat dan kuasaNya barulah kita mau melakukan perintah Tuhan. Kalau terjadi dan kita mendapat karunia untuk mengalami, jika tidak maka kita akan kehilangan kesempatan untuk hidup dalam kebenaran.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir." (Keluaran 11:9)
Kita harus melembutkan hati untuk bisa menerima perintah Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan kita.
Kekerasan hati memang bisa mendatangkan keberhasilan, akan tetapi juga akan mendatangkan kerugian yang tidak sedikit dan melelahkan. Kekerasan hati menimbulkan keegoisan. Kekerasan hati bisa menimbulkan dosa.
Mari kita belajar untuk tidak keras hati sehingga tidak perduli sekeliling kita dan bisa merugikan orang lain, melainkan belajar melembutkan hati kita, sehingga bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan tanpa memaksakan kehendak. Hanya oleh pertolongan dan berkat Tuhan saja kita bisa berhasil tanpa harus mengeraskan hati.
Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (Amsal 10:22)
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment