Tuesday, April 28, 2020

Dendam

Dendam

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.  (Imamat 19:18)

Suatu hari karena sesuatu hal kami harus pergi ke salah satu kabupaten  kota kecil di Kalimantan. Di kota itu kebetulan ada rumah orang tua yang ditempati oleh saudara saya beserta istri dan anaknya, jadi kami menginap disana. Karena ada kepentingan yang lumayan membutuhkan waktu,  maka kami lumayan lama disana sekitar dua minggu,  pada hari ke dua belas kami disana, mulai terlihat perbedaan sikap istrinya yang tadinya ramah berubah tidak mau bertegur sapa,  hanya berdiam di kamar dan puncaknya di hari ke empat belas kelihatan sekali ketidaksukaannya kepada kami, sayapun bertanya dan minta berbicara baik-baik,  tetapi ditanggapi dengan emosi yang meluap-luap dan kalimat fitnahan yang tidak pernah saya ucapkan dan penilaian buruk terhadap kami,  bahkan saya pikir ini salah paham,  tetapi dia terus bicara dan mengancam akan mendatangkan keluarganya dan mengucapkan kata cerai kepada suaminya. Dari perkataannya, rupanya dia menyimpan sakit hati kepada keluarga kami entah apa sebabnya semenjak menikah dan merasa suaminya harus bertanggungjawab kalau selama ini dia sudah banyak berkorban. Ada ketakutan dan kebencian yang dipendam kepada saya dan keluarga saya,  jadi sebaik apapun kita kepadanya dianggap munafik baginya. Bahkan teguran yang benar sebagai wujud kasih dianggap ikut campur atau menentang. Akhirnya kami menghindar karena dia tidak mau mendengarkan kami yang ingin menyelesaikan dengan damai. 

Ada beberapa kisah dendam di alkitab seperti Kain yang membunuh adiknya Habil karena sakit hati dan dendam,  seperti raja Saul yang dendam kepada Daud. Akhirnya hanya kejahatan yang timbul untuk penyelesaian.
Dari peristiwa ini saya pelajari bahwa dendam akibat dari sakit hati yang berkepanjangan dan karena tidak mau menerima kebenaran berakibat  kemarahan dan ketakutan yang berlebihan. Menghadapi orang seperti ini biasanya sulit untuk berbaikan, karena hatinya sudah membatu oleh dendam,  selain kita harus menghindar dan mendoakan,  karena hanya oleh jamahan Tuhan saja kekerasan dan dendam bisa terobati. Baginya ketulusan kita dianggap topeng dan selalu ada kecurigaan terhadap setiap kebaikan. Kami sudah mengampuninya. 

Dendam sangatlah tidak baik dan merugikan, tidak hanya untuk kita,  tetapi juga untuk orang lain. Jangan simpan sakit hati terlalu lama sehingga bisa menjadi dendam,  buang semua sakit hati dengan pengampunan yang tulus, maka damai sejahtera dan sukacita ada didalam kita. 
Tuhan Yesus memberkati. 


No comments:

Post a Comment