Monday, October 21, 2019

Kaya dalam kemurahan

Kaya dalam kemurahan

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. (2 Korintus 8:2)

Ukuran kekayaan bagi setiap orang berbeda,  ada yang berpendapat jika sudah punya rumah dan mobil sudah kaya,  tetapi ada juga yang berpendapat tidak hanya punya rumah dan mobil,  tetapi juga punya tabungan sekian milyar, tetapi ada yang merasa sudah kaya jika sudah bisa membantu pelayanan.
Semua pendapat itu tergantung dari sudut pandang masing-masing dan hanya melihat besarnya materi yang dipunyai.

Sebanyak apapun uang kita,  manusia makan normalnya tiga kali,  seberapa besar kamar kita, tidur juga di ranjang ukuran dua meter,  sebesar apapun rumah kita, meninggalpun dimasukkan kedalam peti seukuran tubuh kita.

Setiap manusia sudah ada batas ukurannya, jadi jika kita mempunyai kelebihan,  akan lebih berguna jika bisa berbagi dengan yang kurang agar ada keseimbangan,  itulah tujuan Tuhan memberkati untuk menjadi berkat. Kelebihan kita bisa menutupi kekurangan orang lain.

Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. (2 Korintus 8:14)

Kisah jemaat di Makedonia (2 korintus 8) sangat menginspirasi kita mengenai arti kasih dan kekayaan yang sesungguhnya. Mereka bukan orang kaya secara materi yang berlebih,  akan tetapi mereka mendesak (ayat 4) untuk memberi yang mereka punya untuk melayani Tuhan.

Dijaman sekarang lebih banyak orang menggunakan kekayaan untuk memuaskan diri daripada untuk pelayanan,  hanya sebagian kecil yang diberikan untuk kepentingan pelayanan.
Marilah kita belajar memberi dari jemaat di Makedonia, kaya dalam kemurahan.

Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment