Melahirkan anak rohani
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
(Yohanes 10:14)
Seorang gembala yang baik sangat mengenal akan domba-dombanya. Gembala sangat perduli akan dombanya, bahkan jika ada satu domba yang hilang, gembala yang baik akan mencarinya sampai dapat walau harus dengan meninggalkan domba-domba yang lainnya.
Sebagai gembala yang baik mau dengan rela berkorban bagi domba-dombanya.
Hanya domba yang bisa melahirkan domba, gembala tidak bisa. Oleh karena itu sebagai domba lahirkanlah domba-domba baru yaitu anak-anak rohani yang hidupnya bisa menyenangkan hati gembala kita Tuhan Yesus Kristus.
Melahirkan anak rohani, tidak hanya melahirkan tetapi berkewajiban membimbing anak agar bertumbuh menjadi anak yang dewasa tidak kekanakan.
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11)
Menjadi dewasa rohani, artinya tidak mudah dipengaruhi oleh ajaran-ajaran diluar Kristus karena iming-iming berbagai kenyamanan dunia ini, mau keluar dari zona nyaman, mau menanggalkan manusia lama dan terus memperlengkapi diri dengan pengetahuan akan Kristus lebih dalam lagi.
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, (Efesus 4:14)
Domba menurut kepada gembalanya. Gembala adalah panutan bagi domba. Teladani gembala kita, maka kita akan menjadi domba yang tidak akan tersesat.
Gembala ingin dombanya berkembang yaitu menjadi dewasa dan melahirkan domba-domba yang baru.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment