Rumah Bapa
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:2)
Beberapa kesaksian orang yang pernah dibawa melihat sorga ada kesamaan tentang rumah di sorga. Ada yang sudah selesai ada yang belum selesai. Inilah jawaban kenapa ada yang sudah tua belum meninggal dan ada yang masih muda sudah dipanggil Tuhan. Karena rumah mereka di surga sudah siap atau belum.
Saya jadi teringat ibu mertua saya yang meninggal di usia 69 tahun, di masa hidupnya dia pernah mengatakan bahwa dia sudah siap pulang kerumah Bapa di sorga, karena keinginan dan kewajibannya di dunia sudah selesai dikerjakan, yaitu semua anaknya sudah menikah, sudah punya rumah hanya satu yang belum punya rumah (dia memberikan rumah yang ditempati dengan menuliskan wasiatnya di dinding kamarnya), dia sudah melayani Tuhan,bahkan dia sudah mempersiapkan peti dan kuburan untuknya. Uang tabungannya dia berikan dan berkata bahwa dia sudah tidak memerlukannya.
Hanya beberapa bulan setelah semua persiapannya selesai, akhirnya dia pulang ke rumah Bapa di sorga, walau awalnya kita berusaha memberikan perawatan terbaik, tetapi jika sudah waktunya kita tidak mampu menghalangi.
Kalau kita diberikan umur panjang, artinya Tuhan memberikan kita kesempatan untuk menyelesaikan tugas kita di bumi dan karena rumah kita di sorga belum selesai. Selesaikan dengan penuh tanggung jawab apa yang belum kita lakukan, jangan menahannya seolah kita masih akan hidup lebih lama. Jangan takut atau kuatir akan hari esok, karena Tuhan tidak akan membiarkan orang yang mengasihiNya bergumul sendirian.
Tuhan mempunyai rencana pada setiap manusia yang diciptakanNya. Berjalanlah sesuai rencana Tuhan dalam hidup kita, maka pada saatnya nanti ketika harus pulang kerumah Bapa di sorga, tugas kita di bumi sudah selesai dan rumah kita di Surga juga sudah selesai. Jangan sia-siakan waktu kita di bumi, kita harus jadi berkat, memberikan yang terbaik, melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Timotius 4:7)
Seperti Paulus katakan pada ayat diatas, hidup kita seperti dalam suatu pertandingan, ada tujuan yaitu garis finish, akhir hidup kita adalah ketika akan memasuki garis finish, selesaikanlah dengan fokus pada tujuan akhir yaitu garis finish, tetap berada dijalurnya dengan tetap memelihara iman percaya kita kepada Tuhan Yesus.
Jangan lelah bekerja di ladangNya Tuhan, Roh Kudus yang akan memberi kekuatan.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
No comments:
Post a Comment