Saturday, February 9, 2019

Mengasihi dengan sungguh

Mengasihi dengan sungguh

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. (1 Petrus 1:22)

Suatu hari seorang Bapak bertanya kepada anaknya,  apakah ia mencintai ayahnya?  Dan sianak menjawab sangat mencintainya.  Kemudian Bapak meminta kalung kesayangan anaknya,  tetapi si anak menjawab : "Bapa Engkau tau bahwa aku mencintaimu dan juga mencintai kalung ini".  Kenapa bapa memintanya padahal ini pemberianmu juga? Selama tiga hari berturut-turut hal ini dilakukan oleh Bapanya yaitu menanyakan tentang cinta anaknya dan meminta kalung kesayangan anaknya.  Akhirnya anaknya menyerahkan kalung kesayangannya kepada bapanya.  Pada saat Bapanya menerima kalung tersebut (kalung imitasi) , kemudian pada saat yang sama dia memberikan kalung yang lebih baik (kalung emas) dari yang diberikan anaknya.  Bapanya berkata bahwa sudah lama dia menyimpan kalung emas tersebut untuk ditukar dengan kalung imitasi tersebut. Tetapi dia menunggu anaknya menyerahkan dengan rela.

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)

Sering kali kita merasa Tuhan tidak adil. Dia yang memberikan tetapi kenapa Dia juga yang memintanya kembali.
Ingat cerita Ayub yang harus kehilangan semua yang dikasihinya,  tetapi apa yang dikatakannya

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"  (Ayub 1:21)

Kita selalu sakit dan kecewa bahkan sampai berlarut-larut lamanya. Tidakkah kita tahu, disaat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu, karena Tuhan ingin menggantikannya dgn yang "Lebih Baik" lagi dari yang kita miliki sekarang dan bahkan dari sebelumnya?

Jadi terimalah apapun yang kita terima, berilah apa yang harus kita berikan, kembalikanlah apa yg diminta oleh Tuhan, dan tetaplah bersyukur maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38)

Mari kita belajar lebih dalam lagi akan kasih yang sebenarnya dan melakukannya dalam hidup kita.  Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment