Bukan musimnya
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (Markus 11:13)
Jika kita memperhatikan dengan teliti pada ayat di atas, semua wajar saja bahwa pohon ara tidak berbuah karena bukan musim buah ara. Pada awalnya saya juga berfikir seperti itu, tetapi kemudian pada saat saya merenungkan ayat firman tersebut dan mohon hikmat dari Tuhan untuk mengerti ayat firman tersebut, karena pada ayat 14, Tuhan mengutuk pohon tersebut sehingga tidak berbuah lagi :
Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya. (Markus 11:14)
Apa maksud dari firman ini? Ada sebuah kata muncul "mujizat". Tuhan mau kita hidup tidak hanya biasa-biasa saja, tetapi bisa lebih dari biasa yaitu mengalami mujizat dalam kehidupan.
Saya menemukan jawaban yang sama pada cerita yang sama di Matius 21:18-22, Tuhan mengutuk pohon ara bukan karena tidak berbuah, tetapi Dia mau murid-muridNya juga bisa melakukan mujizat, jika minta dalam doa dan penuh percaya.
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)
Jika kita sakit dan dokter sudah mengatakan tidak ada harapan, ini adalah hal yang normal, akan tetapi Tuhan bisa buat ini tidak normal dengan mujizat. Bagaimana agar mujizat bisa terjadi dalam hidup kita?
Percaya didalam nama Tuhan Yesus ada kuasa. Jika ada kepercayaan akan ada mujizat.
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:58)
Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. (Yakobus 5:14)
Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. (Kisah Para Rasul 3:16)
Yang tidak kalah penting adalah iman atau keyakinan.
Oleh karena iman orang sakit sembuh
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)
Karena iman wanita pendarahan sembuh
Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Matius 9:21)
Tuhan tidak menuntut iman yang besar.
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." (Lukas 17:6)
Demikianlah hendaknya kita menjalani kehidupan ini bukan seperti biasa, tetapi lebih dari biasa dengan mengalami mujizat dan melakukan mujizat sehingga bisa menjadi saksi Tuhan. Mujizat yang terjadi sebagai bukti Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan mempunyai kuasa.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment