Wednesday, June 27, 2018

Hidup oleh iman

Hidup oleh iman

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

Dalam kehidupan ini lebih mudah percaya pada sesuatu yang kelihatan daripada yang tidak kelihatan. Tetapi sebagai orang percaya kita harus mempunyai iman percaya yang lebih besar dari apapun didunia ini. Belajar dari Bapa Abraham sebagai Bapa orang beriman yang menunggu janji Tuhan selama duapuluh lima tahun dari janji akan menjadikan bangsa yang besar sampai dia mendapatkan Ishak anak dari istrinya sarai. Waktu yang panjang seringkali menggoyahkan iman kita untuk setia menunggu waktunya Tuhan.  Bukan hanya itu Bapa Abraham sekali lagi diuji kesetiaan pada saat anak yang sudah ditunggu harus dikorbankan,  itulah kenapa sebabnya dia disebut Bapa orang beriman yang harus kita teladani.  

Dan kita dituntut untuk hidup oleh iman kepada Yesus.  Banyak ajaran Tuhan Yesus tentang iman,  diantaranya tentang iman mereka yang membawa orang sakit,   iman sebesar biji sesawi matius 17:20. Kepada orang-orang yang sudah disembuhkan Yesus mengatakan bahwa semua kesembuhan terjadi karena besarnya iman percaya mereka bahwa Yesus bisa menyembuhkan mereka. Iman perwira yang meminta kesembuhan buat hambanya diakui iman yang besar yang tidak pernah dijumpai diantara orang Israel (matius 8:10). 

Sebagai orang percaya kita harus memelihara iman percaya kita kepada Tuhan Yesus.  Dan iman percaya kita harus lebih besar dari ketakutan dan kekuatiran kita. 

Bagaimana memelihara iman?  Dengan tetap yakin akan kuasa Tuhan dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah berubah dulu,  sekarang dan sampai selamanya,  mujizatNya masih ada,  janjiNya ya dan amin,  tidak ada yang mustahil.

Tetap andalkan Tuhan, terus lakukan hubungan pribadi dengan Tuhan agar kita tau kehendakNya sehingga kita bisa melakukan perintahNya dan berkenan, tetap sabar menantikan waktunya Tuhan. 

Dalam surat Yudas mengajarkan untuk membangun diri kita atas dasar iman.

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. (Yudas 1:20)

Kiranya kita tetap beriman walau saat ini Tuhan belum menjawab doa kita,  karena waktu Tuhan bukan waktu kita, waktu Tuhan yang terbaik dan tepat. 

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment