Wednesday, June 27, 2018

Mengampuni

Mengampuni

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." (Lukas 17:4)

Berikut sebuah cerita inspiratif yang bagus.
Ada dua orang sahabat yaitu Ali dan Beni.  Mereka pergi berlibur ke pantai.  Suatu hari Ali kesal terhadap Beni sehingga Ali memukulnya.  Sakit yang dirasakan Beni akibat pukulan Ali dituliskannya diatas pasir. Ali sudah menyakiti aku.  Pada saat lain,  Beni terpeleset hampir jatuh, untungnya Ali dengan sigap menahannya yang memyebabkan Ali terluka.  Pertolongan Ali ini dituliskan Beni diatas sebuah batu.  Ali telah menolongku.  Ali mengetahui hal ini dan bertanya pada Beni kenapa pada saat dia memukul Beni menuliskan perasaannya diatas pasir,  sedangkan pada saat Ali menolongnya dituliskan diatas batu? Beni menjawab bahwa tulisan diatas pasir akan mudah hilang, dia mau perasaan sakit hatinya akan segera dilupakan.  Sebaliknya tulisan diatas batu akan bertahan.  Beni ingin mengingat kebaikan sahabatnya. 

Begitulah yang dikehendaki Tuhan agar kita tidak menyimpan sakit hati sehingga menjadi kepahitan. 

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. (Efesus 4:31)

Ada kesaksian tentang kepahitan,  suatu hari seorang pendeta mendapat penglihatan kalau mertuanya yang sudah meninggal tidak masuk surga padahal mertuanya aktif pelayan di gereja. Pendeta bertanya kepada Tuhan kenapa mertuanya tidak masuk surga?  Tuhan menjawab karena mertuanya tidak bisa mengampuni suaminya dan dia menyimpan kepahitan sampai dia meninggal.  Mungkin kita menganggap ringan soal pengampunan tetapi bagi Tuhan pengampunan harus. Tuhan Yesus mengajarkan soal pengampunan dalam doa Bapa kami. Pengampunan tidak mudah,  mulut bisa mengatakan mengampuni tetapi hati yang sakit sangat susah untuk dihilangkan. Jika kita masih merasa sakit ketika bertemu dengan orang yang menyakiti kita artinya kita belum bisa mengampuni. Kita bisa belajar dari anak kecil soal pengampunan,  saat bermain jika mereka bertengkar hanya sebentar kemudian mereka bermain lagi,  dengan cepat mereka melupakan pertengkaran mereka. Sakit hati hanya membuat kita tidak tenang. 

Pengalaman saya karena tidak mau ada kepahitan saya sering lupa kejadian yang menyakitkan cuma tau kalau ada pernah terjadi tapi lupa sehingga jika bertemu dengan orang tersebut tidak kaku dan biasa saja seperti tidak pernah terjadi hal yang luar biasa bahkan tetap ada damai sukacita.  Kalaupun ada yang ingat tetapi hati tidak sakit. Semua kesakitan kita jadikan pelajaran untuk tidak melakukan seperti itu sehingga menyakiti orang.  Dengan demikian tetap ada sukacita. 

Seperti ayat mas diatas mengampuni tidak terbatas,  mari kita menjadi pelaku firman Tuhan dengan mengampuni orang yang bersalah kepada kita seberapa banyak dan selamanya. 

Ada sebuah lagu rohani yang bisa dijadikan bahan untuk kita nyanyikan disaat kita belajar mengampuni yaitu " mengampuni,  mengampuni lebih sungguh 2x, Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaku,  mengampuni mengasihi lebih sungguh"

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment