Thursday, August 27, 2020

prasangka

Prasangka

Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.  (1 Timotius 5:19)

Ketika kita kehilangan sesuatu, seringkali timbul prasangka buruk terhadap orang disekitar kita terutama terhadap orang yang tidak punya atau yang pernah bermasalah dengan kita.  Prasangka atau dugaan atau kecurigaan adalah perbuatan yang tidak baik atau suatu kejahatan, karena sudah menuduh, sekalipun didalam hati dan pikiran walaupun belum diucapkan. 

Firman Tuhan dalam Matius 5:28 :
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 

Memandang dan menginginkan sudah termasuk berzinah (dosa). Artinya walau tidak diucapkan atau dilakukan,  tetapi sudah melakukan didalam hati itu juga sudah salah. Karena itu kita harus bertobat,  memohon ampun kepada Tuhan, jika kita sudah berprasangka buruk kepada orang. 

Jika ada sesuatu yang terjadi kepada kita seperti kehilangan barang atau difitnah, jangan berprasangka dulu, serahkan kepada Tuhan,  maka semua akan selesai tanpa harus melakukan kesalahan dan dosa akibat prasangka yang salah. Sebaliknya jika kita adalah korban prasangka atau fitnah, pada awalnya pasti akan marah, tetapi jangan terbawa emosi,  serahkan kepada Tuhan. Dalam hal ini sebagai contoh untuk diteladani adalah Yusuf. 

Ketika Yusuf difitnah dan dipenjara, dia tidak membela diri atau membenci orang yang sudah memfitnahnya,  tetapi dia menjalani hukuman yang  bukan karena kesalahan,  namun karena melakukan kebenaran,  agak sulit diterima,  tetapi percayalah Tuhan beserta kita,  Tuhan tidak akan membiarkan kita, itu adalah ujian untuk kenaikan kita menjadi lebih dewasa iman percaya kita kepada Tuhan. 

Prasangka bisa menjadi fitnah jika salah, karena itu sebaiknya jangan berprasangka buruk. Ubah kecurigaan menjadi pembelajaran untuk lebih berhati-hati dan tidak ceroboh atau lengah terhadap sesuatu. Kalaupun kita harus kehilangan sesuatu,  jangan  marah berlebihan sampai stress akibatnya tidak bisa makan dan sebagainya,  ingat semua yang kita miliki selama di dunia ini adalah titipan Tuhan, belajar seperti Ayub yang bisa menerima semua yang menimpa hidupnya dengan mengatakan Tuhan yang memberi Tuhan juga berhak mengambil, tetap bersyukur dan percayalah Tuhan tidak akan membiarkan kita kekurangan, biarlah hanya iman kita yang lebih besar dari apapun di dunia ini. 

Jangan berprasangka sehingga menimbulkan dosa, ganti dengan bersyukur sebaliknya jika kita korban prasangka, tetap bersyukur serahkan kepada Tuhan,  maka Tuhan akan bertindak bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati

Saturday, August 22, 2020

bersyukur

Bersyukur
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.  (Mazmur 136:1)

Mazmur 136 khusus menuliskan pernyataan yang sama dari ayat 1 sampai 26 yaitu "bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya"

Kalimat tersebut diatas sungguh luar biasa bahwa kasih setia Tuhan untuk selama-lamanya,  sangat membahagiakan dan memberikan semangat bagi kita untuk tetap setia mengiring Tuhan. 

Beberapa hari ini saya bertanya kepada Tuhan apa yang Tuhan mau saya tuliskan, kemaren saya membaca kisah nyata tentang orang miskin yang memberikan lilin kepada tetangganya pada saat lampu padam,  awalnya tetangganya berpikir orang miskin tersebut akan meminta sesuatu (karena begitulah biasanya kita berpikir bahwa orang miskin ketika datang kepada kita pasti akan meminta sesuatu, dan jika diberi akan jadi ke biasaan), ketika ditanya apakah mempunyai lilin dia jawab tidak, ternyata orang miskin tersebut bukan mau minta tetapi malah memberikan lilin tidak hanya satu tetapi dua batang lilin kepadanya. Terharu dan menyesal karena sudah berpikir negatif. 

Kekayaan bukan hanya dilihat dari berapa banyak harta kita,  tetapi berapa banyak yang bisa kita berikan. Miskin bukan berarti tidak punya apa-apa dan kaya juga bukan berarti punya segalanya. 

Kemudian saya juga tertarik dengan kisah nyata anak usia 12 th di china yang harus berjuang untuk hidupnya dengan bekerja berat mengangkut sekarung kentang seberat 50 kg untuk dijual. Hidup tanpa kasih sayang orang tua (ayahnya sudah meninggal,  ibunya meninggalkannya dan menikah lagi) dan harus berjuang untuk hidupnya. Setiap hari hanya makan kentang hasil tanamannya. 

Dari kisah ini kita belajar bahwa hidup kita jauh lebih baik dan tidak ada alasan untuk tidak bersyukur dan jangan mengeluh,  jangan berpikir negatif terhadap apa yang kita lihat, karena masih banyak orang yang harus berjuang keras untuk hidupnya, karena biarpun miskin tapi masih berbudi baik, dan kita yang punya lebih harus bisa menjadi berkat bagi yang tidak punya. Hidup harus secukupnya seperti Tuhan Yesus ajarkan dalam doa Bapa kami,  jika kita punya lebih, maka kita bisa berbagi kepada yang memerlukan,  karena untuk itulah Tuhan memberkati kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Bersyukur dan bersyukur selalu akan hidup kita, dan bahwa kasih setia Tuhan yang tidak pernah berhenti dalam hidup kita,. Jangan banyak menuntut, jika ada yang tidak sesuai jangan kecewa, bersyukur selalu sebab Tuhan baik. 

Tuhan Yesus memberkati

Tuesday, August 18, 2020

Nasib

Nasib

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.  (Pengkhotbah 9:11)

Takdir atau nasib adalah bagian dari kehidupan manusia yang membawa mereka kepada apa yang sudah Tuhan tetapkan dalam kehidupan masing-masing.  

Manusia boleh berencana akan tetapi tetap Tuhan yang menentukan. Manusia bisa lari atau menghindari tetapi tetap nasib yang akan membawa kembali ketempat atau kejadian yang seharusnya. 

Manusia bisa memaksakan keinginannya dan Tuhan akan mengijinkan, akan tetapi dalam perjalanan akan mendapatkan resiko yang harus diterima akibat pilihannya. Bukan berarti kita yang berjalan menurut kehendak Tuhan tidak ada resiko,  tetap ada tetapi Tuhan akan memampukan kita melaluinya. Indah pada waktunya itu yang Tuhan janjikan bagi orang yang percaya kepadaNya. 

Seperti ayat firman di atas katakan bahwa nasib akan dialami oleh semua orang tidak perduli apakah pintar,  kaya,  atau berkarunia. Oleh karena itu jika kita mau bernasib bagus bukan berdasarkan pemikiran kita tetapi berdasarkan pemikiran Tuhan, kita harus berserah kepada Tuhan, dan bukan memaksakan keinginan kita. Banyak contoh di alkitab tentang hal ini,  misalnya apa yang terjadi dengan Yusuf, jika menurut pemikiran manusia nasibnya sial dan buruk ketika harus dijual dijadikan budak,  lalu difitnah sehingga masuk penjara,  tetapi itu adalah proses yang Tuhan lakukan untuk membentuk dan mempersiapkankan Yusuf bagi umat Israel di masa kelaparan yang akan datang,  karena hanya Tuhan yang mengetahui apa yang akan terjadi. 
Sebaliknya apa yang dialami Bapa Abraham, istrinya Sarah karena tidak sabar dan mengambil keputusan berdasarkan pemikiran sendiri, akhirnya memberikan hambanya Hagar untuk dijadikan istri kedua oleh Abraham. Sepertinya bagus dan berhasil mendapatkan keturunan, tetapi akibatnya banyak hal buruk terjadi hingga sekarang. 

Baik atau tidak nasib manusia bukan dilihat dari kaya atau miskin,  pintar atau bodoh, cantik atau jelek,  berkarunia atau tidak,  bagi Tuhan semua sama dan akan mengalami nasib yang sama,  contohnya seperti terserang penyakit tidak akan memilih siapa yang akan sakit, dan siapa yang akan mati semua akan mengalami kematian.

Semua kembali kepada kita apakah mau menjalani nasib sesuai kehendak Tuhan atau mau merubah nasib dengan memaksakan kehendak kita. 

Dalam pemandangan kita awalnya  mungkin tidak indah, tetapi jika kita percaya Tuhan pasti tau yang terbaik bagi kita, maka kita akan menjalani dengan baik hari-hari kita. Banyak orang memaksakan kehendak dengan berbagai cara untuk mengubah nasib, akan tetapi akhirnya semua akan sia-sia dan hanya berbagai penderitaan yang dialami seumur hidupnya. 

Bersyukur selalu dan jalani dengan sukacita semua kejadian dalam hidup kita sesuai dengan kemampuan,  dengan tidak memaksakan kehendak,  itulah yang Tuhan mau kita lakukan. 
Bukan awal yang menentukan tetapi akhir.

Tuhan Yesus memberkati. 

Monday, August 17, 2020

Keras hati

Keras hati

Mengapa kamu berkeras hati, sama seperti orang Mesir dan Firaun berkeras hati? Bukankah mereka membiarkan bangsa itu pergi, ketika Ia mempermain-mainkan mereka? (1 Samuel 6:6)

Untuk mencapai kesuksesan diperlukan tidak hanya kerja keras dan ketekunan,  tetapi juga kekerasan hati atau ambisi yang kuat. 
Keras hati adalah sifat yang akan bagus jika mengarah ke positif,  karena bagai motivasi yang menimbulkan semangat, akan tetapi akan sangat buruk terhadap orang lain,  karena kebanyakan tindakannya adalah dengan memaksakan kehendak dan tidak akan berhenti jika belum tercapai. Orang yang keras hati seringkali tidak memperdulikan orang lain demi tercapai keinginannya. Mata hati orang yang keras hati seringkali tertutup oleh keinginannya. 

Apa yang dilakukan oleh Firaun pada saat Musa dan Harun akan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir yaitu mengeraskan hati. Sampai sepuluh tulah harus terjadi barulah kekerasan hati itu mencair. 

Belajar dari peristiwa ini, kita tidak harus keras hati disaat ingin mencapai sesuatu keinginan yang akibatnya bisa merugikan atau menyusahkan orang lain. Terlebih lagi jika hal tersebut melanggar perintah Tuhan. 

Apa yang dialami oleh Firaun dan orang Mesir akibat kekerasan hati yaitu sepuluh tulah jangan sampai kita alami. Artinya jangan mengeraskan hati dengan menunggu Tuhan menyatakan mujizat dan kuasaNya barulah kita mau melakukan perintah Tuhan. Kalau terjadi dan kita mendapat karunia untuk mengalami,  jika tidak maka kita akan kehilangan kesempatan untuk hidup dalam kebenaran. 

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir." (Keluaran 11:9)

Kita harus melembutkan hati untuk bisa menerima perintah Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan kita. 

Kekerasan hati memang bisa mendatangkan keberhasilan,  akan tetapi juga akan mendatangkan kerugian yang tidak sedikit dan melelahkan. Kekerasan hati menimbulkan keegoisan. Kekerasan hati bisa menimbulkan dosa. 

Mari kita belajar untuk tidak keras hati sehingga tidak perduli sekeliling kita dan bisa merugikan orang lain, melainkan belajar melembutkan hati kita, sehingga bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan tanpa memaksakan kehendak. Hanya oleh pertolongan dan berkat Tuhan saja kita bisa berhasil tanpa harus mengeraskan hati. 

Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.  (Amsal 10:22)

Tuhan Yesus memberkati. 

Friday, August 14, 2020

ketakutan

Ketakutan
Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. (1 Raja-raja 19:3)

Suatu hari saya melihat video seorang tentara yang kekar badannya berteriak ketakutan hanya karena akan disuntik untuk diambil darahnya oleh seorang perawat.  Badan yang besar dan kekar, profesi tentara, bukan jaminan seorang pemberani dan tidak ada ketakutan terhadap apapun,  disatu sisi mungkin orang lain takut terhadapnya,  tetapi disisi lain orang itu ternyata takut terhadap jarum suntik yang kecil. Ini membuktikan bahwa sebagai manusia perasaan takut pasti ada sekalipun kita orang yang paling kuat,  paling kaya atau paling pintar. Rasa takut ini yang membuktikan bahwa manusia terbatas dan kita tidak bisa percaya dengan penampilan seseorang. 

Nabi besar seperti Elia juga pernah diliputi ketakutan dibalik keberaniannya membunuh ratusan nabi baal. Berani pada satu hal belum tentu tidak takut akan hal yang lain,  karena itu manusia tidak boleh sombong. Kelebihan kita bukan untuk kebanggaan,  kalaupun kita dipakai oleh Tuhan karena kelebihan yang kita miliki,  jangan sombong, karena hal tersebut bukan berarti kita tidak memiliki kelemahan atau ketakutan. "

Ada resiko yang akan terjadi akibat dari perbuatan kita. Tetapi kita tidak perlu takut yang berlebihan sampai stress, selama apa yang kita lakukan adalah kebenaran dan kebaikan, percayalah Tuhan pasti akan melindungi dan memelihara kita. 

Perhatikan apa yang nabi Elia alami (baca raja2 19), setelah membunuh nabi baal, ada ketakutan walaupun dia seorang nabi besar yang dekat dengan Tuhan, dia tetap manusia yang punya kelemahan,  tetapi Tuhan tidak membiarkannya, Tuhan pelihara selama empat puluh hari pelariannya dengan memberikan makanan dan minuman. Dan pada akhirnya dia bebas dari ketakutan bisa menjalankan kembali aktivitasnya, diakhir hidupnya dia terangkat ke sorga. 

Ketakutan pasti ada bagi setiap orang,  kita tidak bisa menghindarinya, akan tetapi Tuhan akan menolong kita, menjalaninya, membebaskan dan menggantikan dengan damai sukacitanya. Tetap bergantung dan hanya berharap kepada Tuhan saja, maka segala ketakutan akan bisa kita lewati. 

Tuhan Yesus memberkati. 

Thursday, August 6, 2020

Tuhan ijinkan

Tuhan ijinkan

Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya."  (Ayub 2:6)

Setiap orang pernah mengalami keadaan yang buruk, tidak perduli apakah dia baik, saleh atau tidak. Ketika seseorang yang hidupnya benar,  taat dan baik tiba-tiba harus menghadapi cobaan berat seperti terkena penyakit yang berat kanker misalnya,  maka seringkali yang pertama pertanyaan muncul adalah untuk Tuhan kenapa bisa terjadi? Kenapa harus dia yang hidupnya baik?

Perlu kita pahami dan ingat bahwa iblis sangat ingin mendapatkan orang yang setia kepada Tuhan untuk dijatuhkan,  iblis selalu mencari kelemahan kita. Maka dari itu sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus, kita harus selalu ingat dan percaya bahwa jika Tuhan ijinkan kita menderita atau dicobai,  penderitaan atau cobaan yang dialami tidak akan melebihi kekuatan kita,  Tuhan sangat tau batas kemampuan kita. Jalani saja semua masalah atau penderitaan  kita dengan tetap percaya bahwa Tuhan beserta kita dan pasti akan memberikan kita kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi dan menanggungnya. 

Tuhan ijinkan masalah atau penderitaan itu kita alami, karena Tuhan sangat tau batas kemampuan kita dan lebih dari itu adalah untuk menyatakan kemuliaanNya lewat hidup kita. 

Berbahagialah kita jika dipercaya oleh Tuhan untuk bisa menjalani atau mengalami berbagai cobaan yang iblis lakukan untuk menjatuhkan iman percaya kita kepada Tuhan. Karena setelah semuanya itu kemuliaan Tuhan akan dinyatakan lewat hidup kita. Hanya lewat masalah atau penderitaan kita bisa melihat dan mengalami Tuhan dalam hidup kita. 

Jangan mengeluh dan marah, jika hal buruk terjadi sementara kita tidak melakukan yang salah dan sudah hidup benar,  Tuhan ijinkan itu terjadi,  karena Tuhan tidak akan meninggalkan kita,  Dia beserta kita,  kita tidak akan sampai jatuh tergeletak,  Tuhan akan menopang kita. Tuhan pasti pulihkan kita,  tetaplah setia mengiring Tuhan. Lihat kebaikan Tuhan selama kita hidup. Bandingkan berapa banyak kebaikan yang sudah kita terima daripada  penderitaan yang kita hadapi. Masih banyak hal baik lainnya yang bisa kita syukuri. 

Tuhan Yesus memberkati

Monday, August 3, 2020

penguasaan diri

Penguasaan diri

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.  (Amsal 16:32)

Ketika seseorang melihat ketidakadilan atau perlakuan yang tidak baik,  maka akan timbul emosi atau marah,  jika dibiarkan akan ada tindakan seperti mengeluarkan perkataan yang tidak pantas bahkan bisa berlanjut kepemukulan. Agar hal ini tidak berlanjut kepada yang negatif  maka perlu adanya penguasaan diri.

Penguasaan diri bukan berarti tidak perduli,  tetapi lebih kepada mengalah demi kebaikan bersama dan menghindari pertengkaran yang bisa menimbulkan dosa seperti permusuhan, kebencian dan dendam sakit hati. 

Penguasaan diri termasuk salah satu dari buah roh yang harus kita lakukan dan ada pada kita orang percaya. 

kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:23)

Biasanya oleh perkataan yang kasar, orang akan tersinggung dan lepas kendali,  karena itu hal pertama  yang kita harus  kita lakukan adalah berhati-hari dalam perkataan.  Karena setiap manusia pada dasarnya ingin dipuji, ingin mendengar yang manis dan baik,  tetapi jangan munafik.

Berusahalah untuk tidak mudah panas hati dan bersabar terhadap orang yang tidak sepaham dengan kita. Walau hati terasa panas, hadapi dengan kepala yang dingin,  dan kesabaran, dengan begitu kita bisa menguasai diri kita untuk tidak melakukan kejahatan yang berakibat dosa. 

Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.  (Amsal 17:27)

Pengusaan diri haruslah dilatih. Berlatih untuk sabar, tidak mudah emosi,  lebih banyak mendengar daripada berkata-kata dan yang lebih penting adalah berserah kepada Tuhan. Berusahalah hidup dalam kebenaran, selalu menguatkan dan menjadi berkat. Karena setiap orang merindukan dan ingin mengalami kasih dalam hidupnya. 

Belajarlah terus dan latihlah penguasaan diri kita. Perbesar kasih dan kesabaran, maka hidup ini akan menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. 
Tuhan Yesus memberkati.