Thursday, September 20, 2018

Melihat kedepan

Melihat ke depan

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, (Filipi 3:13)

Setiap orang punya masa lalu. Apakah masa lalu yang buruk atau masa lalu yang baik.  Masa lalu tinggal kenangan karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh karena itu tidak ada gunanya menyesali yang sudah berlalu,  tetapi sebaliknya kita harus melihat ke masa depan.  Jadikan masa lalu kita sebagai pengalaman dan pelajaran yang berguna untuk masa yang akan datang.  Jika masa lalu kita buruk jadikan pelajaran agar tidak terulang dimasa yang akan datang , sebaliknya jika masa lalu yang baik jadikan semangat untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Jika menyangkut masa lalu orang lain terutama hal yang buruk hendaknya jangan selalu diungkit, karena setiap orang pasti ingin hal yang baik terjadi dalam hidupnya,  maka akan sangat menyakitkan jika kita mengungkit masa lalu jelek seseorang.  Lebih baik kita memikirkan bagaimana agar masa yang akan datang menjadi lebih baik. Biarkan masa lalu menjadi kenangan. Memori manusia tidak akan hilang selama masih hidup,  masalahnya jika kenangan buruk karena perbuatan orang lain timbul apa kita merasa sakit ? jika itu terjadi artinya kita belum bisa mengampuni,  tetapi jika tidak ada sakit hati maka kita sudah bisa mengampuni. Jangan simpan sakit hati karena akan merugikan diri sendiri, relakan yang sudah terjadi. Walaupun sudah berkali-kali dikecewakan atau disakiti Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membatasi dalam pengampunan. Baca Matius 18:22 :
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Tidak mudah memang untuk melakukan hal ini,  tetapi oleh pertolongan Roh Kudus dan anugerah Tuhan, maka jika kita mau dibentuk harus melakukan ini. Merendahkan hati dan mau menerima diproses menjadi lebih baik lagi.

Kiranya kita terus memandang kedepan,  jangan menoleh kebelakang karena akan membuat kita tidak bisa maju. Istri Lot lupa untuk tidak melihat kebelakang akhirnya jadi tiang garam,  demikian juga kita harus melihat kedepan agar terus bisa maju. Jalani hari hari dalam hidup kita.

"Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya." (Pengkhotbah 7:14)

Memang kita tidak tau masa yang akan datang seperti apa,  namun bersama Tuhan kita akan bisa melewati hari hari kita menjadi lebih baik dari masa lalu kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Tuesday, September 11, 2018

Kesombongan rohani

Kesombongan rohani

Bagi mereka yang terlibat pelayanan,  satu hal yang harus diingat dan diwaspadai adalah kesombongan.  Ada kesombongan jasmani karena punya harta,  tetapi ada juga kesombongan rohani yaitu merasa dirinya paling benar bisa dibilang sok suci ini perbuatan dosa yang sangat berbahaya. Tanpa disadari hal ini sering terjadi,  karena banyak mengetahui kebenaran malah jadi merasa dirinya paling baik, paling benar dan paling suci,  karena itu bisa timbul rasa sombong. Menganggap rendah bagi mereka yang belum tahu banyak kebenaran. Bahkan bisa timbul penghakiman,  jangan sampai hal ini terjadi. Sebaliknya kita yang punya pengetahuan tentang kebenaran bisa membawa mereka untuk mengenal akan kebenaran dengan kasih yaitu dengan menjadi pelaku firman,  menjadi saksi hidup dan menjadi teladan sehingga orang bisa melihat Yesus hidup dalam hidup kita.

Ada kesaksian yang berhubungan sengan renungan diatas
MALAM MUJIZAT, DIDOAKAN TUKANG PARKIR DI PINGGIR JALAN KOTA JAYAPURA !

"..Pak Marinus Yaung..Pak dosen saya ada perlu. Saya harus berdoa dengan bapak...". Suara panggilan Pak Alex Tiris, sang tukang parkir senior di depan bank mandiri pusat kota Jayapura mlm ini buat saya awalnya ketawa dan sedikit heran. Belum perna peristiwa seperti ini terjadi dlm hidup saya. Pikiran saya mulai kuat berbicara " tukang parkir ini, orang tua yg sudah sering saya ketemu dan tdk terlalu penting bagi saya, kenapa malam ini dia memaksakan diri mendoakan saya ? Dia tdk tauh kalau saya juga hamba Tuhan dan sudah sering mendoakan dan melayani orang lain ?."
Suara hati saya tukang protes di dengar Tuhan rupannya...

Pak Alex tdk langsung mendoakan saya, tapi beliau mulai bersaksi ttg kisah pertobatan dan pertemuannya dgn Yesus yg ajaib dan bgm anak2nya diberkati Tuhan. Karena Tuhan Yesus ingin mengoreksi KESOMBONGAN HATI SAYA !

BUKAN TUKANG PARKIR BIASA..

Pak Alex Tiris merantau ke jakarta tahun 1979 setelh putus sekolah SMU di Jayapura. Hidup di Jakarta tanpa tujuan yg pasti dan terjurumuskan dlm kehidupan Jakarta yang keras dan buas. Mengalami depresi yg berakibat kehilangan ingatan atau ganguan kejiwaan antara tahun 1988-1991. Kalau perna dengar kisah orang gila dari Papua yang jalan kaki setiap hari hanya dgn gunakan celana dalam saja di sepanjang jalan raya bogor dr cililitan sampai pasar cibinong utk mengais sisa2 makanan di warung2 dan tong2 sampah tahun 1989-1990 itu adlah beliau ini. Tahun 1990 akhir beliau ditampung di GPDI Pelita Kasih Cibubur Jakarta Timur dan dilayani sampai pulih dari sakit kejiwaan. Tuhan Yesus sendiri yg datang sembuhkan dan pulihkan total !!. Beliau terlibat pelayanan di jemaat lokal ini dan beliau juga akhirnya bertemu istrinya boru Pandjaitan di dalam Jemaat GPDI Pelita Kasih ini. Pernikahan yg awalnya tidak direstui keluarga besar Pandjaitan krn kata Pak Alex, keluarga istrinya bilang "..Gak ada masa depan kawin sama Alex itu..orang irian, hitam, miskin baru gila lagi.." ( ..hahaaa..kami dua ketawa sama2 !!!).
Tapi kalau Tuhan yg pertemukan, semua kebutuhan pernikahan Tuhan Yesus siapkan semuanya utk Pak Alex TANPA SATU RUPIAHPUN dikeluarkan dr saku pribadi Pak Alex krn memang dia tdk punya uang. Hidup sehari-hari saja dari belas kasihan jemaat GPDI Cibubur !. Pernikahan berlangsung di sebuah hotel bintang lima di Jakarta yang dibiayai oleh seorang direktur bank yang dijamah Tuhan ketika mendengar kesaksian Pak Alex dlm suatu pelayanan di Jakarta.

MEMULAI HIDUP DI JAYAPURA : TUKANG PARKIR DAN MISIONARIS

Setelah kelahiran anak pertama mereka yg diberinama Aldrey Tiris tahun 1995, Pak Alex mulai berpikir utk pulang ke Jayapura. Awal tahun 1998, beliau memboyong istri dan anaknya hijrah ke Jayapura. Dijayapura beliau mulai kerja serabutan dari pengumpul besi tua, barang2 bekas hingga angkut2 barang2 dagangan di pasar. Disamping itu, pekerjaan utama sbg penginjil atau misionaris dilakukan tanpa henti. Rumah sakit jiwa Abepura adalh tempat yg paling sering dikunjungi utk mendoakan orang2 ganguan jiwa. Penginjilan juga dari rumah ke rumah, dari rumah sakit ke rumah sakit. Waktu kerja dan pelayanan diatur dgn baik. Kadang istri dan anak2nya mengeluh tidak punya uang makan, beliau minta mereka berdoa di rumah, beliau pergi penginjilan. Tidak ada amplop atau uang yg didapat slama pelayanan karena kebanyakan yg dilayani firman dan doa kesembuhan dan keselamatan hanyalah orang2 ganguan jiwa, orang2 sakit yg keadaan ekonominya pas2an. Namun Tuhan memelihara keluarganya seperti Tuhan memelihara nabi Elia slama masa kekeringan di Israel 3.5 thn dimana burung2 gagak datang membawah roti dan daging pagi dan sore hari. Keluarganya juga mengalami pemeliharahan Tuhan yg ajaib !.

Suatu saat beliau disuruh Tuhan pergi tegur dua orang hamba Tuhan terkenal di Papua,  namun beliau malah dikerjain hamba Tuhan tersebut bersama majelis gerejanya. Dengan rasa malu beliau pulang namun Tuhan Yesus bilang bukan beliau yang ditolak dan dipermalukan, namun Tuhan Yesus sendiri yg ditolak dan dipermalukan oleh kedua hamba Tuhan tersebut. Dan tdk berapa lama kemudian, kedua hamba Tuhan tersebut jatuh sakit berat hingga berobat kemana-mana sampai ke singapore tapi akhirnya meninggal juga dalam penderitaan yg panjang slama kurang lebih 2-3 tahun.

Kemudian tahun 2005, Tuhan pertemukan Pak Alex dgn bapak Yan Awom yg menawarkn Pak Alex pekerjaan sbg tukang parkir di depan jalan Ahmad Yani Jayapura, tepatnya depan bank mandiri hingga sagu plaza Jayapura. Seluruh hasil pertama / buah sulung dari pekerjaan tukang parkir ini Pak Alex persembahkan semuanya untuk Tuhan, meskipun awalnya istri dan anak2nya protes tapi kemudian mereka bisa terimah keputusan bapak mereka menyerahkan uang tersebut ke gereja. 13 tahun sudah Pak Alex Tiris menekuni karir sbg tukang parkir di kota jayapura dan istrinya jualan serabutan di rumah mereka di Polimak. 5 orang buah hati mereka di berkati Tuhan dgn kepintaran diatas rata-rata dan semuanya sekolah dari SD-SMU di salah satu sekolah unggulan di kota Jayapura. Menjadi lulusan  terbaik di SMU, anaknya sulungnya Aldrey Tiris kemudian diterimah di Akmil TNI AL Surabaya dan tanggal 19 Juli 2018 menjadi salah satu lulusan terbaik dan dilantik secara resmi oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta. 
Adiknya yang kedua juga sedang dalam pendidikan Akmil TNI AL tingkat terakhir dan tahun depan akan dilantik juga di Istana Negara. Ajaib dan luar biasa karya Tuhan Yesus dalam kehidupan Pak Alex Tiris dan keluarganya !.

Pak Alex percaya bahwa orang stress dan gila seperti dirinya yg masih didatangi Tuhan Yesus dan ditolong, apalagi anak2nya yg normal yg setiap malam sehabis pulng kerja jaga parkiran, satu persatu kepala anaknya yg sedang tidur, dia tupang tangan doakan mereka dan mengucapkan janji Tuhan bagi anak2nya bahwa seperti Sadrak, Mesak, Abednego dan Daniel yg 10 kali lebih pintaran dari orang2 pintar di kerajaan Babelonia jaman itu, demikian juga terjadi hal yang sama bagi kelima anaknya. Pak Alex benar2 sedang mempraktekan Kitab Bilangan 14:28 " ..bahwasanya seperti yg kamu katakan dihadapanKU, demikianlah yang akan Aku lakukan kepadamu..".

Akhirnya rasa malu saya pergi, saya duduk di pinggir jalan bersama Pak Alex dan saya segera meminta beliau yang juga seorang majelis di GPDI Imamanuel dok 9 Jayapura utk mendoakan saya dan meluncur keluar kata2 " teguran Tuhan yg keras " atas perilaku hidup saya yg saya tauh Pak Alex juga tdk tauh perbuatan saya itu dan air mata saya menetes perlahan sbg ungkapan syukur karena saya sadar Hidup Saya dalm kendalih Tuhan Yesus sepenuhnya dan semua keraguan dan kekuatiran langsung pergi dari hati dan pikiran saya..

Terimakasih Pak alex Tiris....Bapak juga salah satu orang anugerah dari Tuhan dalam hidup saya

Dari kesaksian diatas, ada hikmah yang bisa kita ambil yaitu kita tidak boleh menganggap rendah orang yang dibawah kita,  kita jangan melihat orang dari masa lalunya. Jangan mengungkit masa lalu orang yg suram, hal itu sangat menyakitkan apalagi sampai menghakimi,  karena seperti apa hidup dia sekarang bukan berarti bahwa dia bersalah terhadap apa yg dia alami, tetapi lihat bagaimana penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Jangan menghina orang pilihan Tuhan karena firman Tuhan berkata 
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)

Tetapi sebaliknya kita harus  mengasihi orang yang dianggap hina oleh dunia ini. Jika ada yang salah jangan sampai keluar penghakiman dari mulut kita dengan memakai ayat suci seolah membenarkan perbuatan kita. 

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, 
"sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. "(Matius 25:45)

Kiranya kita bisa menjadi orang yang rendah hati penuh kasih kepada setiap orang tanpa memandang siapa dia, apa latar belakangnya. Satu hal yang Tuhan mau yaitu hati yang mengasihi. Jangan sampai kita jatuh dalam dosa kesombongan. Jangan menjadikan firman Tuhan sebagai senjata untuk menghakimi orang. Hal ini akan menyakitkan bagi mereka, tetapi tegurlah dengan kasih. Jika kita melakukan hal yang berbeda dari yang seharusnya,  maka seperti menimbun bara dikepalanya. "Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu." (Amsal 25:22)

Tuhan Yesus memberkati. 

Wednesday, September 5, 2018

Nothing without Jesus

Nothing without Jesus

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"  (Ayub 1:21)

Ayub menyadari siapa dia saat semua yang dia miliki hilang. Hendaknya semua orang menyadari akan hal ini.
Ketika kita lahir tidak membawa apapun kecuali diri sendiri. Seiring waktu kita mendapatkan berbagai hal selama kita hidup,  semua hanyalah titipan, karena ketika kita meninggalkan dunia ini, kita tidak bisa membawa semua yang sudah kita dapatkan atau kita miliki selama hidup didunia. Bahkan nama kita sudah tidak disebut saat kita meninggal tetapi menjadi mayat atau jenazah. Oleh sebab itu kita jangan terlalu terikat dengan harta atau jabatan kita selama kita hidup,  karena akan membuat kita jadi egois dan sombong,  tetapi pakailah untuk memberkati orang lain.
Jikalau kita diberkati artinya Tuhan mau kita menjadi berkat untuk orang lain supaya terjadi keseimbangan hidup antara kelebihan dan kekurangan. Jangan merasa bahwa yang kita miliki hasil kerja keras kita saja tetapi juga karena berkat Tuhan.

"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. "(2 Korintus 8:14)

Karena perjuangan kita mencapai sorga adalah selama kita hidup di bumi, bukan setelah kita meninggal. Menerima Tuhan Yesus saja belum cukup membawa kita ke sorga, rajin membaca alkitab dan melayani Tuhan saja bahkan bisa melakukan mujizat juga tidak menjamin kita masuk ke sorga, jika kita tidak melakukan firman Tuhan. Masuk kesorga ditentukan oleh apa yang kita lakukan sesuai dengan atau berkenan dengan apa yang Tuhan kehendaki melalui firman yang ada di alkitab. Inilah yang harus kita lakukan jika mau masuk ke surga :

- Melakukan kehendak Bapa
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga". (Matius 7:21)

- Menuruti perintah Allah
Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Matius 19:17)
Perintah Allah yaitu :
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
(Matius 19:18-19)
Jangan melanggar perintah Allah demi adat istiadat
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? (Matius 15:3)

- ketaatan dan ketekunan iman
Ketaatan iman roma 16:26
"tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman "
Ketekunan dan iman kepada Yesus wahyu 14:12
"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus."

- tidak mencari keuntungan dari firman, banyak dari kita melakukan ini untuk kepentingan diri bukan untuk kemuliaan Tuhan. 2 kor 2:17
"Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya. "

- Kristus Yesus pengharapan kita
"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita," (1 Timotius 1:1)

- Melakukan perintah Allah dengan segenap hati  2 taw 31:21
"Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil. "
(2 Tawarikh 31:21)

Tanpa Tuhan Yesus Kristus, kita tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah

"bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. (Efesus 2:12)

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Yoh 3:16 dengan jelas mengatakan bahwa hanya kepada orang yang percaya Yesus yang masuk sorga,  artinya diluar Yesus atau tanpa Yesus tidak bisa masuk sorga. Dan bukan hanya percaya saja, tetapi juga melakukan firman Allah.

Tahu saja belum cukup tanpa mengamalkan dalam kehidupan kita. Bagaimana Yesus bisa hidup dalam kehidupan kita, jika kita tidak bisa menjadi saksi dalam tingkah perbuatan keseharian kita terhadap orang sekeliling kita. Bagaimana bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan jika hidup kita tidak bisa mencerminkan Kristus.
Bahkan seringkali kita menjadi batu sandungan.
Tuhan mampukan kami untuk melakukan perintahMu dan menjadi saksiMu.

Saturday, September 1, 2018

Jalan Tuhan

Jalan Tuhan

Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.  (Amsal 10:29)

Semua orang pasti ingin setiap jalan yang dia tempuh lancar,  lurus dan mulus tidak berbatu dan berlubang,  tetapi tidak semua jalan bisa seperti itu,  jalan tol sekalipun terkadang ada hambatan. Begitu pula dalam perjalanan hidup kita, tentunya setiap orang mau agar jalannya lurus dan tidak ada hambatan. Namun kita tidak akan bisa tahu dan mengerti jika ternyata didepan kita ada hambatan,  bisa saja pada saat orang melewati jalan yang sama mulus, tidak ada hambatan,  tetapi kemudian pada saat kita melewatinya ada hambatan,  dalam hal ini bukan berarti kita yang salah, tetapi memang setiap orang akan berbeda dalam perjalanan hidupnya.  Arah tujuan kita sama tetapi kita bisa melewati jalan yang berbeda. Banyak hal yang membuat perbedaan jalan hidup manusia. Walaupun begitu semua ada dalam rencana Tuhan.

Ada rencana Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita.
Seperti bangsa Israel pada waktu mereka keluar dari Mesir (Horeb) ke Kanaan (Kadesh Barnea) ,  seharusnya kalau normalnya mereka bisa menempuh 11 hari jalan kaki.
"Sebelas hari perjalanan jauhnya dari Horeb sampai Kadesh-Barnea, melalui jalan pegunungan Seir."  (Ulangan 1:2), akan tetapi mereka menempuh sampai 40 tahun.  Walaupun begitu Tuhan tetap memelihara hidup mereka,  demikian juga dengan kita walaupun doa kita belum dijawab, tetapi selama kita menunggu, Tuhan tidak pernah meninggalkan,  kita tetap dipelihara dan dicukupi. Bersabarlah dalam mengikuti Tuhan. Disamping itu kita juga harus mengoreksi diri atas apa yang kita lakukan selama ini apakah sudah sesuai dengan jalanNya.

Tidak mudah mengikuti jalan Tuhan, terkadang  ada penderitaan yang harus kita hadapi,  seperti Paulus pernah lakukan bagi pengikut Tuhan.
"Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara."(Kisah Para Rasul 22:4)
Jangan takut terus melangkah dalam jalan Tuhan sebab Tuhan beserta dengan pertolongan Roh Kudus kita akan bisa berjalan dalam jalan Tuhan.

Saturday, August 18, 2018

Bertindak adalah wujud kasih

Bertindak adalah wujud dari kasih

Baru-baru ini ada peristiwa heroik dari seorang anak SMP Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Gama Marschal Lau yang lagi viral, karena aksinya yang luar biasa, saat itu, tengah berlangsung upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di sebuah lapangan di Kabupaten Belu. Tali yang sedianya mengibarkan Sang Saka Merah Putih putus, sehingga kegiatan upacara terhenti sejenak.Aksinya menyelamatkan upacara hari kemerdekaan yaitu dengan memanjat tiang bendera setinggi 23 m, untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih berkibar, pengorbanan yang luar biasa dimana nyawa adalah taruhannya jika dia terjatuh karena tanpa pengaman, tanpa alas kaki, dan tiangnya tinggi sekali.  Apa yang dilakukan anak tersebut spontan,  tidak terpikirkan oleh orang banyak dalam upacara tersebut, tetapi hati yang ingin menolong dari anak inilah yang menggerakkan dirinya untuk melakukannya tanpa menghiraukan keselamatannya,  karena kemampuannya dia pakai untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain. Akhirnya anak ini mendapatkan penghargaan dari Bapak presiden.
Dari kisah nyata tersebut bisa menjadi bahan renungan kita semua, manusia bisa menghargai orang yang rela berkorban bagi kepentingan negara dan bangsa, apalagi Tuhan kepada mereka yang mencintaiNya.Sebagai orang percaya, jika kita mau berkorban bagi Tuhan dengan memberikan segala kemampuan kita agar menjadi berkat bagi banyak orang, memuliakan Tuhan dengan hidup kita,  maka Tuhan akan menghadiahkan mahkota bagi kita.
Seperti yang dilakukan oleh anak tersebut diatas, tidak hanya melihat,  tetapi bertindak.
Hal ini juga yang dilakukan oleh Bp. Abraham dengan rela mau mengorbankan anaknya yang dikasihi untuk dipersembahkan (baca kej. 22)

Kiranya kita bisa menjadi pelaku firman dengan tidak mempertimbangkan untung rugi dalam setiap perbuatan.
Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, August 5, 2018

Bahagia

Bahagia itu sederhana

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  (Mazmur 1:1)

Apa yang dicari manusia di bumi ini?  Kebanyakan orang akan menjawab kebahagiaan.  Banyak cara dilakukan agar bisa berbahagia.  Bahagia itu sederhana tidak perlu dicari,  tetapi kita yang menciptakan. Bahagia adalah perasaan yang timbul dari dalam hati. Suasana hati sangat mempengaruhi kebahagiaan. Bagaimana membuat suasana hati kita senang tergantung kita. Jika kita bisa mengucap syukur dari hal yang paling kecil misalnya pada saat kita bangun kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup,  masih dapat bernafas,  masih bisa makan,  minum,  masih bisa berjalan,  karena ada orang yang tidak bisa mendapatkan seperti yang kita dapatkan. Ketidakpuasan hidup yang membuat orang tidak bahagia. Keinginan-keinginan kita yang tidak tercapai bisa membuat kita tidak bahagia. Kita bisa bahagia jika kita bisa menerima dengan sukacita segala yang terjadi dalam hidup kita dengan selalu berterima kasih kepada Tuhan atas setiap kejadian dalam hidup kita.  Nikmati apa yang ada dengan ucapan syukur,  maka kita akan selalu merasakan kebahagiaan. Jauhkan pikiran dari prasangka negatif, dalam kondisi buruk tetap berpikir positif. Ingatlah Tuhan selalu ingin yang terbaik bagi orang yang mengasihi dan dikasihiNya. 
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu
rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Orang yang hidupnya tidak benar pasti akan gelisah dan tidak tenang. Berbeda dengan orang yang hidup benar dan takut Tuhan,  maka akan ada ketenangan dan kedamaian dalam menjalani hari-harinya. Ketenangan dan kedamaian hatilah yang bisa membuat timbulnya kebahagiaan. Firman Tuhan dalam Yesaya 32:17 tertulis :
"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya"
Marilah kita hidup benar dan kudus.

Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa selalu bersyukur dalam segala hal.  Mereka yang bisa bersyukur adalah yang selalu optimis dalam menghadapi segala persoalan hidup.  Bisa melihat sisi positip dari masalah dan tidak gampang menyerah. Selalu bersukacita dalam segala perkara.  Seperti ajaran di alkitab dalam Filipi 4:4 :
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! "

Bahagia tidak selalu ditentukan dari banyaknya harta yang kita miliki. Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya takut akan Tuhan,  selalu memperhatikan perintah Tuhan, dan tidak melanggar.
Yesaya 48:18 tertulis:
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti"
Jika kita selalu melakukan perintah Tuhan,  maka kebahagiaan akan selalu menyertai hidup kita sekalipun susah kita tetap merasakan damai sejahtera Tuhan dihati kita.

Kebahagiaan setiap orang berbeda.  Ada yang bisa berbahagia hanya dengan makan tahu tempe,  ada yang baru merasa bahagia jika bisa makan di restoran mewah. Ukuran dan sudut pandang setiap orang berbeda dalam kebahagiaan. Masing-masing punya takaran kebahagiaan. 
Oleh sebab itu syukuri apa yang kita miliki.  jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kebahagiaan kita ditentukan oleh kita sendiri.
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:8)

Nikmati dan syukuri kehidupanmu,  maka terciptalah kebahagiaanmu.
"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya".  
(Mazmur 107:1)
Kiranya Tuhan selalu memberkati hidup kita. Amin

Saturday, August 4, 2018

Tuhan marah

Tuhan bisa murka.

Tuhan adalah Allah pencipta langit dan bumi,  Dia maha kuasa. Jika kita menyadari kemahakuasaan Tuhan, maka kita akan berhati-hati menjalani kehidupan kita. Mata Tuhan melihat segala perbuatan kita. Walaupun Tuhan mempunyai sifat maha pengasih dan penyayang,  tetapi juga Tuhan bisa murka.  Ada beberapa hal yang membuat murka Allah diantaranya:
- tidak menghormati kekudusan/kesucian. Di kitab 2 samuel 6:7 : Tuhan murka karena uza tidak menghormati kekudusan tabut Allah. 
"Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu."
Murka Allah bisa mengambil nyawa kita. 
- tidak menghormati orang pilihan Allah.  Ketika Daud memuji Tuhan dengan menari dihadapan orang banyak,  mikhal menganggap rendah Daud,  Tuhan murka kepadanya akibatnya dia mandul. 
"Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya"  (2 Samuel 6:23)
- orang yang menentang Tuhan akan membuat murka dan akan binasa 
"Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum. " (Keluaran 15:7)
- orang yang suka bersungut-sungut atau menggerutu membuat Tuhan murka.  Seperti yang dialami oleh bangsa Israel akibatnya mereka mengembara selama 40 th di padang gurun. 
"Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. " (Bilangan 11:1)
"Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah berbuat jahat di mata TUHAN. " (Bilangan 32:13)- 
- cemburu karena tidak menomorsatukan/mengutamakan Tuhan. Termasuk menyembah kepada dewa-dewa atau patung-patung. 
Banyak dari kita yang secara sadar atau tidak sadar karena kepentingan keluarga, pekerjaan ataupun kesenangan, sehingga tidak mengutamakan Tuhan. 
"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. "(Matius 10:37)
Kecemburuan bisa membuat Allah murka. Mereka yang lebih mengasihi apapun dibanding dengan Tuhan dianggap tidak layak.
"Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu. " (Ulangan 4:24)
mencobai Allah dengan tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya, bisa membuat Allah murka seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel.  Baca Mazmur 78:18-21
"Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka." (Mazmur 78:18)
"Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel," (Mazmur 78:21)
Masih banyak lagi hal yang membuat Allah murka. Hukumnya adalah kematian kekal. Sebagai orang percaya kita harus menghindari hal-hal yang membuat murka Allah, bertobat dari kesalahan dan hidup berkenan kepadaNya.

Karena Allah juga maha kasih, maka jika kita menyadari kesalahan dan mau bertobat,  Tuhan murkanya hanya sesaat tetapi selamanya kasih kemurahanNya kepada kita. 
"Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai"  (Mazmur 30:5)

Marilah kita menjaga hidup kita dari murka Allah. Tuhan Yesus memberkati.