Bertindak adalah wujud dari kasih
Baru-baru ini ada peristiwa heroik dari seorang anak SMP Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Gama Marschal Lau yang lagi viral, karena aksinya yang luar biasa, saat itu, tengah berlangsung upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di sebuah lapangan di Kabupaten Belu. Tali yang sedianya mengibarkan Sang Saka Merah Putih putus, sehingga kegiatan upacara terhenti sejenak.Aksinya menyelamatkan upacara hari kemerdekaan yaitu dengan memanjat tiang bendera setinggi 23 m, untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih berkibar, pengorbanan yang luar biasa dimana nyawa adalah taruhannya jika dia terjatuh karena tanpa pengaman, tanpa alas kaki, dan tiangnya tinggi sekali. Apa yang dilakukan anak tersebut spontan, tidak terpikirkan oleh orang banyak dalam upacara tersebut, tetapi hati yang ingin menolong dari anak inilah yang menggerakkan dirinya untuk melakukannya tanpa menghiraukan keselamatannya, karena kemampuannya dia pakai untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain. Akhirnya anak ini mendapatkan penghargaan dari Bapak presiden.
Dari kisah nyata tersebut bisa menjadi bahan renungan kita semua, manusia bisa menghargai orang yang rela berkorban bagi kepentingan negara dan bangsa, apalagi Tuhan kepada mereka yang mencintaiNya.Sebagai orang percaya, jika kita mau berkorban bagi Tuhan dengan memberikan segala kemampuan kita agar menjadi berkat bagi banyak orang, memuliakan Tuhan dengan hidup kita, maka Tuhan akan menghadiahkan mahkota bagi kita.
Seperti yang dilakukan oleh anak tersebut diatas, tidak hanya melihat, tetapi bertindak.
Hal ini juga yang dilakukan oleh Bp. Abraham dengan rela mau mengorbankan anaknya yang dikasihi untuk dipersembahkan (baca kej. 22)
Kiranya kita bisa menjadi pelaku firman dengan tidak mempertimbangkan untung rugi dalam setiap perbuatan.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment