Monday, July 16, 2018

Tidak memaksakan kehendak

Setiap orangtua menginginkan anaknya menurut dan taat terhadap nasehat orangtua.  Orang tua selalu merasa benar dan punya pengalaman dibandingkan dengan anaknya,  dan merasa tau yang terbaik bagi anaknya.  Semua tidak ada yang salah, hanya sebagai orang yang lebih tua juga tidak memaksakan kehendak,  karena apa yang kita pikir baik untuk anak kita,  belum tentu sesuai dengan yang Tuhan rencanakan baginya.  Taruh kedalam tangan Tuhan setiap ada rencana dalam hidup kita dan keluarga kita.  Karena hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang,  kalau perlu kita minta Tuhan memaksakan rencanaNya dalam kehidupan kita dan keluarga kita.

Ada contoh di alkitab yang berhubungan dengan perihal diatas.  Yaitu cerita tentang Rut didalam kitab Rut 1 sampai 4 . Diceritakan mengenai wanita bernama Naomi yang punya 2 orang menantu yaitu Rut dan Orpa, ketika suami dan kedua anaknya meninggal, Naomi bermaksud untuk kembali kekampungnya di tanah Yehuda.  Karena kedua menantunya berasal dari Moab,  Naomi meminta mereka untuk pulang kerumah ibunya.  Orpa menuruti perkataan ibu mertuanya, tetapi Rut tidak.  Jikalau kita perhatikan Orpa lebih baik dari Rut karena menuruti mertuanya.  Seandainya Rut juga menuruti mertuanya, maka rencana Tuhan menjadikan

Sunday, July 15, 2018

Menjaga perkataan

Menjaga Perkataan

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  (Amsal 16:24)

Perkataan sangat penting dalam kehidupan ini. Karena lewat perkataan kehidupan seseorang bisa berubah. Sebagai contoh kejadian yang menimpa seorang anak Tuhan yang mempunyai prestasi bagus dipemerintahan bahkan menjadi orang nomer satu di DKI,  hanya karena perkataan yang salah dia sekarang harus dipenjara karenanya. Perkataan bisa mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Ada contoh kisah dialkitab anak pegawai istana di Kapernaum yang sakit dan sembuh hanya karena pegawai tersebut percaya perkataan Tuhan Yesus. (baca yoh 4:46-54)
Perkataan bisa mempunyai kuasa jika kita percayai. Lewat perkataan Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat, menyembuhkan banyak orang sakit,  lumpuh,  buta,  dan lewat perkataan juga Tuhan Yesus mengusir roh-roh jahat.

Berhati-hatilah dengan perkataan. Ada istilah perkataan adalah doa,  karena itu perkatakan hanya kata-kata positif. Karena lewat perkataan bisa menciptakan musuh,  bencana,  penderitaan,  sebaliknya lewat perkataan juga bisa menciptakan kawan, perdamaian,  mujizat dan kesembuhan. Pikirkan perkataan kita sebelum kita berbicara agar tidak membuat masalah.

Lidah adalah salah satu alat bicara yang penting,  karena itu jaga lidah dari segala kejahatan jika kita ingin kehidupan yang damai.
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. (1 Petrus 3:10)
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.  "(Amsal 18:21)

Kebanyakan dari kita lebih suka berbicara daripada mendengarkan orang berbicara,  apalagi kalau yang berbicara sedang mengalami kesusahan. Ada nasehat yang patut kita ikuti dalam alkitab di yakobus 1:19 yaitu :
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; "(Yakobus 1:19)
Tidak mudah memang untuk menjadi pendengar yang baik,  tetapi jika kita mau meneladani Tuhan Yesus yang selalu sabar mendengarkan setiap doa kita satu persatu, maka kitapun bisa melayani dengan menjadi pendengar yang baik.  Karena sebagian besar manusia didunia ini ingin didengar keluhan dan curahan hatinya.  Dengan menjadi pendengar kita bisa sedikit mengurangi beban batin mereka yang terluka. Banyak juga orang yang kesepian karena tidak ada teman yang mau mendengarkan isi hatinya. Kecenderungan manusia dalam bersosialisasi membuat orang perlu berbicara satu sama lain.

Kiranya renungan ini bisa menjadi berkat bagi yang membacanya.  Tuhan Yesus memberkati.

~Anne~

Thursday, July 12, 2018

Jaga hati

JAGA HATI

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.  (Amsal 4:23)

Hati adalah sumber segala permasalahan baik dan buruk.  Karena apa yang keluar lewat perkataan maupun perbuatan adalah dari dalam hati. Apa yang dialami oleh hawa karena hatinya tertarik akan pohon pengetahuan yang dilarang untuk dimakan buahnya.  Akibatnya dia jatuh dalam dosa,  karena tidak menjaga hatinya.
Demikian juga apa yang Kain lakukan terhadap Habil adiknya,  karena hatinya panas ( Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?  (Kejadian 4:6)

Banyak hal buruk yang ditimbulkan oleh hati yang sakit dan terluka.  Pelihara hati kita dengan selalu bersyukur atas segala sesuatu yang kita terima. Jangan menyimpan sakit hati. Dengan demikian tetap ada sukacita dan ketenangan dihati.  Hati yang tenang membuat pikiran kita nyaman.

Dari perkataan yang keluar kita bisa menilai hati orang. Orang yang emosi apakah itu marah atau sedih, akan mudah mengeluarkan perkataan yang kasar atau tidak baik,  sedangkan orang yang sedang bersukacita akan mengeluarkan perkataan yang baik. Kenapa?  Karena hati. Menjaga hati sama artinya menjaga perasaan dari emosi yang berlebih dan tidak terkontrol.  Belajar untuk mengatur hati agar terkontrol. Emosi boleh,  tetapi tetap dijaga agar tidak menjadi dosa. Firman Tuhan mengajarkan untuk tidak marah sampai panas hati karena bisa membuat dosa ( Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.  (Mazmur 37:8))

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.  (Amsal 14:30)
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.  (Amsal 15:13)
Kondisi tubuh juga bisa dipengaruhi oleh hati kita. Disaat hati kita sedih kondisi tubuh akan terasa lemah sebaliknya disaat hati kita senang kondisi tubuh terasa nyaman. 

Kesusahan boleh datang tetapi kita harus tetap menjaga hati,  belajar dari salah satu tokoh alkitab yaitu rasul paulus yang walaupun melewati berbagai penderitaan tetap bersukacita dan bersabar. (Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!  (Roma 12:12)). Belajar dari Ayub juga walaupun penuh penderitaan tetap menjaga hati dengan kerendahan hati menyadari bahwa manusia tidak hanya mau menerima yang baik tetapi juga yang buruk. Tuhan yang memberi Tuhan juga yang berhak mengambil. (katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"  (Ayub 1:21)

Mengucap syukur dalam segala hal akan membuat hati kita penuh rasa sukacita dan menenangkan pikiran. 
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.  (Filipi 4:7)

Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap menjaga kebersihan hati dan selalu mempunyai pikiran yang positif. Tuhan Yesus memberkati. 

Thursday, July 5, 2018

Kesabaran berbuah kebaikan

Yusuf adalah salah satu tokoh alkitab yang patut kita teladani.
Kasih sayang berlebih yang dia terima membuat dia harus menderita disingkirkan dan dijual sebagai budak. Kalaupun dalam hidup kita banyak diomongin orang karena mereka iri melihat berkat yang kita terima,  tetap rendah hati. Seperti Yusuf walaupun disingkirkan dan dijual sebagai budak, tetapi Yusuf tetap menjalani segalanya dengan melakukan yang terbaik hingga bisa dipercaya oleh potifar.  Jangan terpengaruh dengan kondisi buruk yang kita alami tetap lakukan yang terbaik,  tetap percaya Tuhan beserta kita.  Namun sekali lagi Yusuf diuji untuk tidak terlena dengan kenyamanan,  penolakannya terhadap godaan istri potifar membuat dia difitnah dan harus dipenjara. Dia harus menderita bukan karena kesalahanya tetapi karena melakukan kebenaran.  Jikalau kita juga pernah mengalami  seperti ini tetaplah jalani bagian kita,  tidak perlu membela kebenaran itu bagian Tuhan,  karena Tuhan yang akan membela kita. Kebenaran itu akan muncul, jika kita jalani dengan sukacita, karena kita percaya Tuhan pembela kita.  Sabar dalam penantian itu juga teladan dari Yusuf yang setelah menunggu selama 2 tahun baru diingat oleh pembuat minuman raja. Kesabaran Yusuf membuat dia dipercaya sebagai tangan kanan raja Firaun.  Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi orang yang sabar menanggung penderitaan karena melakukan kebenaran.  Jadi tetaplah hidup benar dihadapan manusia dan Allah.  Tetap bersabar walau belum melihat buahnya, percaya Tuhan beserta dengan kita. Kita harus melihat penderitaan yang kita alami adalah sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi hidup kita.

Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. (Kejadian 45:8)

Belajar dari Yusuf bahwa setiap kejadian buruk yang menimpa hidup kita, tidak menyalahkan orang yang menyebabkan hal tersebut, tetapi kita melihat ada rencana indah Tuhan dari kejadian buruk yang kita alami,  maka kita akan bisa melihat kemuliaan Tuhan lewat hidup kita. Jangan mengeluh, tetap bersyukur,  ada saatnya dimana Tuhan mengangkat kita dari segala kesusahan dan penderitaan. Sekalipun Tuhan tidak menolong kita tetaplah percaya Dia  adalah Allah yang hidup,  Allah yang tidak pernah membiarkan anak-anakNya menderita,  karena Dia akan memampukan kita menanggungnya, Dia tau yang terbaik bagi kita yang percaya padaNya.

Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. (Kejadian 45:5)

Yusuf tidak hanya mau menderita karena bukan kesalahannya,  tetapi juga mau memaafkan saudara-saudaranya yang menyebabkan penderitaannya. Dia menganggap pengalaman pahit yang diterimanya adalah persiapan Tuhan untuk kebaikan keluarganya dimasa yang akan datang. Begitulah seharusnya kita dalam penderitaan mempunyai pikiran positif untuk kebaikan.  Dengan demikian kita bisa menjalani hari-hari kita dengan sukacita tanpa keluhan.

Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kejadian 50:21)

Sebagai tokoh yang patut diteladani karena Yusuf tidak hanya memaafkan kesalahan saudaranya terlebih dari itu dia mau memelihara mereka sampai keturunannya,  sangat luar biasa apa yang Yusuf lakukan terhadap orang yang sudah membuat nya menderita.
Kiranya kita bisa meneladani Yusuf dalam menjalani kehidupan ini. Tidak menyimpan dendam tetapi memberi berkat bagi yang menyakiti kita. 
Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, July 1, 2018

Pergunakan waktumu dengan baik

Beberapa waktu yang lalu saya dikejutkan oleh kematian seorang anak abg masih smp, yang melakukan bunuh diri di kostnya dengan sadar karena dia meninggalkan sebuah surat dimeja belajarnya.  Tidak dijelaskan secara pasti kenapa dia melakukan bunuh diri.  Banyak yang bilang karena kesepian sejak kecil terpisah dari orang tua.
Kemudian adalagi kejadian kematian remaja yang baru lulus dengan predikat cum laude akibat terpeleset ketika berlibur dengan orangtuanya, dimana ketika ayahnya memanggil untuk berfoto pada salah satu sisi yang indah dia terpeleset dan jatuh karena ginjal pecah menurut hasil diagnosa dokter. 
Tidak lama kemudian adalagi berita seorang anak yang baru lulus sma dan sudah diterima di fakultas kedokteran salah satu universitas ternama meninggal mendadak di tempat game online. Menurut ahli kematian mendadak saat main game bisa jadi krn *heart arrythmia pengaruh medan magnit akumulatif.

Semua yang terjadi terhadap anak-anak yang seharusnya mempunyai masa depan yang cerah karena prestasi mereka,  sepertinya sia sia, tetapi kehendak dan rencana Tuhan yang terjadi. 

Mungkin ada yang bertanya, kenapa ini terjadi pada anak yang seharusnya memiliki masa depan yang cerah?  Kita tidak bisa menilai dari apa yang kita lihat. Ini rahasia ilahi yang sudah Tuhan tetapkan bagi setiap orang.  Karena itu bersyukurlah untuk setiap kejadian dalam hidup kita. Pergunakan waktu yang ada untuk mengumpulkan bekal di sorga, karena kita tidak tau kapan Tuhan memanggil kita. 

Jika kita yang tidak punya hal istimewa yang patut dibanggakan hingga saat ini, jangan berkecil hati mengucap syukur karena masih diberi Tuhan kehidupan yang baik. Manfaatkan dengan baik semua yang kita punya apakah itu tenaga,  pikiran ataupun harta kita untuk kemuliaan Tuhan selagi ada kesempatan. Karena kesempatan tidak datang kedua kali, selagi di bumi kumpulkan harta di sorga dengan melakukan yang berkenan dihadapan Tuhan. Kehidupan nanti ditentukan oleh apa yang sudah kita lakukan di bumi.  Mulailah mengumpulkan bahan untuk rumah kita di sorga. Jangan sia siakan hidupmu.

Tuhan Yesus memberkati. 

Berlutut dan berdoa..

Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: (Lukas 22:41)

Di berbagai negara didunia, penghormatan kepada seseorang yang mempunyai jabatan tinggi adalah dengan banyak cara diantaranya dengan berlutut.

Berlutut dan berdoa itu cara yang Tuhan Yesus teladankan untuk kita ikuti.  Karena berlutut adalah cara kita merendahkan diri kepada seseorang untuk memohon agar kehendak kita dikabulkan. Terlebih kepada Tuhan Yesus. 

Ada beberapa kesaksian yang saya alami secara pribadi sehubungan dengan berlutut.  Waktu itu saya sangat membutuhkan uang buat bayar kuliah anak saya,  sebelum berangkat ke kampus saya berlutut dan berdoa memohon pertolongan dari Tuhan dan Tuhan mengabulkannya.  Kemudian saat suami saya membutuhkan tiket kereta karena harus segera berangkat pagi dengan berlutut saya berdoa meminta dan Tuhan kabulkan ada 1 tiket tersisa, padahal untuk tiket tersebut harus pesan minimal 1 minggu sebelumnya.  Ada satu lagi saat anak kami tertunda keberangkatan kereta karena ada kecelakaan, setelah menunggu selama 10 jam tanpa kepastian untuk kereta pengganti,  sayapun saat itu berlutut berdoa memohon kepada Tuhan agar anak kami bisa mendapatkan tiket dan Tuhan jawab sehingga dia bisa pulang. 

Itulah yang saya alami dan saya melakukan dengan hati yang sungguh memohon. Tuhan ingin kita menghormati Tuhan dengan sepenuh hati.

Semoga renungan ini bisa menjadi berkat

Tuhan Yesus memberkati

Jangan simpan sampah


Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.  (Filipi 4:8)

Ketika seseorang ingin sehat,  maka segala yang baik dan berguna akan dilakukan. Contohnya : jika kita mau makan pisang,  kita kupas dulu kulitnya lalu kita makan isinya dan kita buang kulitnya.  Yang kita butuhkan dan bermanfaat adalah isinya dan kita buang kulitnya yang tidak kita perlukan. Demikian juga dengan kehidupan kita banyak sampah seperti, kepahitan,  kekecewaan,  sakit hati semua yg membuat kita kehilangan damai sejahtera dan sukacita,  kita buang dan jangan disimpan karena tidak berguna,  sedangkan hal-hal yang baik kita simpan, kalaupun kita pikirkan kita akan ada rasa sukacita bila mengingatnya, dibandingkan kalau kita mengingat segala yg buruk. 

Dalam bidang kesehatan ada hubungan antara pikiran dan tubuh. Kesehatan emosional yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita, membuat kita lebih mungkin untuk mendapatkan flu dan infeksi lainnya. Tubuh kita merespon cara kita berpikir, bertindak dan merasa. Beberapa gejala seperti sakit kepala, diare, insomnia, jantung berdebar, sesak napas, kehilangan atau penambahan berat badan, sakit dada dan gejala lainnya mungkin dialami setelah krisis emosional atau masa stress seperti kematian orang yang dicintai atau dipecat dari pekerjaan. 

Di alkitab juga mengajarkan bahwa hati yang gembira adalah obat. 

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.  (Amsal 17:22)

Simpan segala yang positif, buang semua sampah negatif. Tuhan Yesus memberkati.