Sunday, July 15, 2018

Menjaga perkataan

Menjaga Perkataan

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  (Amsal 16:24)

Perkataan sangat penting dalam kehidupan ini. Karena lewat perkataan kehidupan seseorang bisa berubah. Sebagai contoh kejadian yang menimpa seorang anak Tuhan yang mempunyai prestasi bagus dipemerintahan bahkan menjadi orang nomer satu di DKI,  hanya karena perkataan yang salah dia sekarang harus dipenjara karenanya. Perkataan bisa mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Ada contoh kisah dialkitab anak pegawai istana di Kapernaum yang sakit dan sembuh hanya karena pegawai tersebut percaya perkataan Tuhan Yesus. (baca yoh 4:46-54)
Perkataan bisa mempunyai kuasa jika kita percayai. Lewat perkataan Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat, menyembuhkan banyak orang sakit,  lumpuh,  buta,  dan lewat perkataan juga Tuhan Yesus mengusir roh-roh jahat.

Berhati-hatilah dengan perkataan. Ada istilah perkataan adalah doa,  karena itu perkatakan hanya kata-kata positif. Karena lewat perkataan bisa menciptakan musuh,  bencana,  penderitaan,  sebaliknya lewat perkataan juga bisa menciptakan kawan, perdamaian,  mujizat dan kesembuhan. Pikirkan perkataan kita sebelum kita berbicara agar tidak membuat masalah.

Lidah adalah salah satu alat bicara yang penting,  karena itu jaga lidah dari segala kejahatan jika kita ingin kehidupan yang damai.
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. (1 Petrus 3:10)
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.  "(Amsal 18:21)

Kebanyakan dari kita lebih suka berbicara daripada mendengarkan orang berbicara,  apalagi kalau yang berbicara sedang mengalami kesusahan. Ada nasehat yang patut kita ikuti dalam alkitab di yakobus 1:19 yaitu :
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; "(Yakobus 1:19)
Tidak mudah memang untuk menjadi pendengar yang baik,  tetapi jika kita mau meneladani Tuhan Yesus yang selalu sabar mendengarkan setiap doa kita satu persatu, maka kitapun bisa melayani dengan menjadi pendengar yang baik.  Karena sebagian besar manusia didunia ini ingin didengar keluhan dan curahan hatinya.  Dengan menjadi pendengar kita bisa sedikit mengurangi beban batin mereka yang terluka. Banyak juga orang yang kesepian karena tidak ada teman yang mau mendengarkan isi hatinya. Kecenderungan manusia dalam bersosialisasi membuat orang perlu berbicara satu sama lain.

Kiranya renungan ini bisa menjadi berkat bagi yang membacanya.  Tuhan Yesus memberkati.

~Anne~

No comments:

Post a Comment