JAGA HATI
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)
Hati adalah sumber segala permasalahan baik dan buruk. Karena apa yang keluar lewat perkataan maupun perbuatan adalah dari dalam hati. Apa yang dialami oleh hawa karena hatinya tertarik akan pohon pengetahuan yang dilarang untuk dimakan buahnya. Akibatnya dia jatuh dalam dosa, karena tidak menjaga hatinya.
Demikian juga apa yang Kain lakukan terhadap Habil adiknya, karena hatinya panas ( Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? (Kejadian 4:6)
Banyak hal buruk yang ditimbulkan oleh hati yang sakit dan terluka. Pelihara hati kita dengan selalu bersyukur atas segala sesuatu yang kita terima. Jangan menyimpan sakit hati. Dengan demikian tetap ada sukacita dan ketenangan dihati. Hati yang tenang membuat pikiran kita nyaman.
Dari perkataan yang keluar kita bisa menilai hati orang. Orang yang emosi apakah itu marah atau sedih, akan mudah mengeluarkan perkataan yang kasar atau tidak baik, sedangkan orang yang sedang bersukacita akan mengeluarkan perkataan yang baik. Kenapa? Karena hati. Menjaga hati sama artinya menjaga perasaan dari emosi yang berlebih dan tidak terkontrol. Belajar untuk mengatur hati agar terkontrol. Emosi boleh, tetapi tetap dijaga agar tidak menjadi dosa. Firman Tuhan mengajarkan untuk tidak marah sampai panas hati karena bisa membuat dosa ( Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. (Mazmur 37:8))
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Amsal 14:30)
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. (Amsal 15:13)
Kondisi tubuh juga bisa dipengaruhi oleh hati kita. Disaat hati kita sedih kondisi tubuh akan terasa lemah sebaliknya disaat hati kita senang kondisi tubuh terasa nyaman.
Kesusahan boleh datang tetapi kita harus tetap menjaga hati, belajar dari salah satu tokoh alkitab yaitu rasul paulus yang walaupun melewati berbagai penderitaan tetap bersukacita dan bersabar. (Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12)). Belajar dari Ayub juga walaupun penuh penderitaan tetap menjaga hati dengan kerendahan hati menyadari bahwa manusia tidak hanya mau menerima yang baik tetapi juga yang buruk. Tuhan yang memberi Tuhan juga yang berhak mengambil. (katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21)
Mengucap syukur dalam segala hal akan membuat hati kita penuh rasa sukacita dan menenangkan pikiran.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7)
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap menjaga kebersihan hati dan selalu mempunyai pikiran yang positif. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment